Mobil dinas di Wakatobi diberi label khusus. Ada logo dan tulisan dinas atau bagian di bodi mobil. Di bawahnya dilabeli tulisan 'MOBIL INI DIBELI DARI HASIL PAJAK RAKYAT'. Jadi mobil tersebut pasti menjadi sorotan dan diawasi banyak orang.
"Untuk transparansi, efisiensi, dan meminimalisir kesalahan penggunaan," kata Kabag Protokoler dan Komunikasi Sekretariat Daerah (Setda) Pemkab Wakatobi La Ode Ifi soal maksud pelabelan mobil dinas, Rabu (8/3/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sudah 95 persen," jelas La Ode Ifi.
Pelabelan dilakukan untuk semua mobil pemerintah. Mulai dari mobil dinas sampai mobil pejabat. Bahkan mobil dinas Bupati Arhawi, Toyota Fortuner, juga dilabeli.
Mobil dinas yang dilabeli 'Dibeli dari Pajak Rakyat'. |
Kebijakan itu relatif efektif mendata aset Pemkab. La Ode Ifi mencontohkan ada mobil di kantor penghubung (kantor pemerintah daerah di daerah lain) yang sebelumnya dikira mobil pribadi tapi ternyata mobil dinas. Kemudian mobil tersebut pun langsung dilabeli.
Adakah protes dari PNS atau pejabat terhadap kebijakan ini? "Sejauh ini tidak ada. Mereka menerima," tutup La Ode Ifi.
PNS atau pejabat di Wakatobi kini tak bisa main-main dengan mobil dinas. Label khusus membuat keberadaan mobil tersebut terpantau. Apakah di daerah Anda ada kebijakan serupa? Atau PNS dan pejabat masih suka-suka menggunakan mobil dinas yang jelas-jelas 'dibeli dari hasil pajak rakyat'? (try/nkn)











































Mobil dinas yang dilabeli 'Dibeli dari Pajak Rakyat'.