Sebelas Kiai Sepuh Anggap Muktamar PKB Tak Sah
Senin, 18 Apr 2005 14:05 WIB
Semarang -
Sebelas kiai sepuh menilai Muktamar ke 2 PKB yang sedang berlangsung di Hotel Patrajasa, Semarang tidak sah. Alasannya, selama ini DPP PKB telah nyata-nyata tidak menghiraukan ulama dengan tidak mengembalikan jabatan ketua umum versi MLB PKB Yogyakarta."Muktamar II PKB cacat hukum dan tidak sesuai dengan kaidah organisasi. Muktamar PKB telah melanggar AD/ART dan tata tertib muktamar. Oleh karena itu, kami menyatakan muktamar ini tidak sah," kata Mas Subadar juru bicara para kiai kepada wartawan di Wisma Diklat, Jalan Setiabudi, Semarang, Senin (18/4/2005).Selanjutnya para kiai menyerukan kepada muktamirin yang sekarang sedang berada di muktamar untuk menarik diri dan tidak mengikuti agenda-agenda selanjutnya. Kiai juga meminta Alwi dan Ipul melanjutkan kepemimpinan sebagai ketum dan sekjen PKB, dan menyelenggarakan muktamar yang benar.Para kiai sepuh yang menyatakan sikap antara lain Mas Subadar dari Pasuruan, Muhaiminan Gunardo dari Parakan, Temanggung, Idris Marzuki dari Kediri, Abdurrahman Khudori dari Magelang, Munawir dari Krapyak Yogya, Nurul Huda Jazuli dari Kediri, Yahya C Staquf asal Rembang, Ubaidillah Faqih asal Tuban, Amin Iskandar Ketua Dewan Syuro DPW PKB Jatim, Ma'ruf Amin dan Hanif asal Jateng.Sebelas kiai sepuh menilai Muktamar II PKB yang sedang berlangsung di Hotel Patra Jasa, Semarang tidak sah. Alasannya, selama ini DPP PKB telah nyata-nyata tidak menghiraukan ulama dengan tidak mengembalikan jabatan ketua umum versi MLB PKB Yogyakarta."Muktamar II PKB cacat hukum dan tidak sesuai dengan kaidah organisasi. Muktamar PKB telah melanggar AD/ART dan tata tertib muktamar. Oleh karena itu, kami menyatakan muktamar ini tidak sah," kata Mas Subadar juru bicara para kiai kepada wartawan di Wisma Diklat, Jalan Setiabudi, Semarang, Senin (18/4/2005).Selanjutnya para kiai menyerukan kepada muktamirin yang sekarang sedang berada di muktamar untuk menarik diri dan tidak mengikuti agenda-agenda selanjutnya. Kiai juga meminta Alwi dan Ipul melanjutkan kepemimpinan sebagai ketum dan sekjen PKB, dan menyelenggarakan muktamar yang benar.
(jon/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































