KIPP: Ketua BPK Tak Elegan

KIPP: Ketua BPK Tak Elegan

- detikNews
Senin, 18 Apr 2005 13:46 WIB
Jakarta - Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Anwar Nasution terus menuai kritik. Dia dinilai tidak elegan karena mengeluarkan pernyataan Khairiansyah kampungan dan bukan pahlawan setelah mengungkap kasus suap Mulyana.Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Ray Rangkuti kepada detikcom usai diskusi di Wisma Nusantara, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (18/4/2005)."Justru pernyataan Anwar yang ribut sendiri menunjukkan ada sesuatu yang terjadi antara ketua BPK dengan ketua KPU. Menurut saya, Anwar tidak elegan sebagai seorang ketua BPK dan sebagai seorang bapak bagi anak buahnya mengeluarkan pernyataan yang terburu-buru ini," kata Ray.Namun demikian, Ray menegaskan bahwa dirinya bukan mendukung atau membela tindakan Khairiansyah yang menyebabkan tertangkapnya Mulyana dengan dugaan kasus suap kepada BPK."Memang seharusnya yang diselesaikan adalah kasus dugaan korupsi yang terjadi di KPU bukan kasus penyuapannya. Menurut saya, publik juga terlalu cepat menganggap Khairiansyah sebagai pahlawan tetapi bukan berarti Anwar Nasution berhak menyebut Khairiansyah sebagai orang yang kampungan," ujarnya.Lebih lanjut, Ray menambahkan seandainya tindakan Khairiansyah yang menduga Mulyana terlibat suap bisa membuktikan telah terjadi korupsi di KPU maka dia dapat dianggap sebagai pahlawan. Namun jika tidak terbukti maka dapat diproses hukum karena mencemarkan nama baik."KPK tidak elegan dengan modus menggunakan jebakan seperti ini meskipun memiliki wewenang. Ini berbahaya dan menjadi implikasi buruk terhadap penegakan hukum. Jangan sampai KPK nanti menyatakan bahwa tindakan ada kasus korupsi di KPU," papar Ray.Secara pribadi, Ray mengaku tidak percaya Mulyana melakukan penyuapan seperti itu. Dia berharap kasus tersebut dapat diselesaikan di pengadilan dan Mulyana membeberkan siapa saja yang terlibat.Ketua BPK Anwar Nasution menyebut Khairiansyah kampungan dan bukan seorang pahlawan terkait pengungkapan kasus suap yang melibatkan anggota KPU Mulyana W Kusuamah. Khairiansyah dinilai Anwar telah melanggar tata cara dan prosedur BPK dalam mengungkapkan kasus korupsi. (aan/)


Berita Terkait