Di Rakornas PKS, Rizal Ramli Singgung Ekonomi Neo-Liberalisme

Di Rakornas PKS, Rizal Ramli Singgung Ekonomi Neo-Liberalisme

Andhika Prasetia - detikNews
Selasa, 07 Mar 2017 16:05 WIB
Di Rakornas PKS, Rizal Ramli Singgung Ekonomi Neo-Liberalisme
Rizal Ramli di Rakornas PKS / Foto: Andhika Prasetia/detikcom
Jakarta - Mantan Menko Kemaritiman Rizal Ramli berbicara soal perekonomian pada rakornas PKS 2017. Dalam pidatonya, Rizal menyinggung bahwa PKS mendukung ekonomi neo-liberalisme.

"Mohon maaf dalam bidang ekonomi, PKS garisnya tidak jelas. Selama ini PKS mendukung ekonomi neo-liberalisme, pendukung kebijakan neo-liberalisme itu pintu masuk neo-kolonialisme," ujar Rizal di Hotel Bumi Wiyata, Margonda, Depok, Jawa Barat, Selasa (7/3/2017).

Rizal mengatakan tidak ada negara yang makmur jika menerapkan ekonomi neo-liberalisme. Alasannya, negara penganut neo-liberalisme bergantung pada utang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tokoh PKS ngomong soal ekonomi nyaris mendukung neo-liberalisme, ini harus diungkapkan ke publik apa dampaknya seperti gelas anggur. Pengusaha besar sekitar 200 keluarga yang menguasai sejak orde baru dilindungi, diproteksi, disubsidi sehingga makin lama makin besar," kata Rizal.

"PKS sejahtera nggak pernah ngomong ekonomi yang sejahtera, ekonom yang benar struktural, ekonom konstitusi, tidak bisa mengandalkan ekonom turun naik," sambungnya.

Menanggapi hal itu, Presiden PKS Sohibul Iman menjawab bahwa PKS merupakan partai yang memihak kaum miskin. Pria yang akrab dipanggil Kang Iman ini menyontohkan pandangan ekonomi PKS dalam konteks Pilkada DKI.

"Yang paling dekat sikap PKS dalam pilkada DKI. Kalau PKS tidak memiliki visi, tentu kita akan memilih yang punya potensi menang yaitu petahana. Sejak awal PKS menolak dengan petahana karena petahana menunjukan cara pembangunan yang tidak memihak," jawab Sohibul.

(dkp/imk)


Berita Terkait