"Bukan hanya indikasi aliran dana terkait dengan pengisian sejumlah jabatan di Pemerintah Kabupaten Klaten, tapi juga ada indikasi sumber dana lain," ujar Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (7/3/2017).
Febri memastikan, dari sejumlah saksi yang diperiksa dan catatan keuangan, terdapat indikasi sumber dana lain. Namun Febri belum merinci sumber indikasi aliran dana tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, KPK telah menyita uang Rp 3,2 miliar dari rumah dinas Bupati Klaten Sri Hartini saat penggeledahan pada Minggu (1/1). Uang yang diduga sebagai hasil suap promosi jabatan tersebut ditemukan di lemari dari dua kamar.
"Penyidik menemukan sejumlah dokumen, menemukan juga sejumlah uang di lemari dalam kamar yang diduga kamar anak Bupati dan di lemari yang diduga adalah kamar Bupati. Uang yang ditemukan sekitar Rp 3 miliar dan Rp 200 juta," sebut Febri beberapa waktu lalu.
KPK juga terus mendalami asal-usul uang Rp 3,2 miliar yang ditemukan saat penggeledahan rumah dinas Bupati Klaten Sri Hartini. Selain itu, KPK menyelisik uang Rp 2 miliar saat operasi tangkap tangan. (irm/dhn)











































