Ahok Tegaskan Kunjungan ke Pulau Seribu Bukan Kampanye

Sidang Ahok

Ahok Tegaskan Kunjungan ke Pulau Seribu Bukan Kampanye

Rina Atriana - detikNews
Selasa, 07 Mar 2017 14:56 WIB
Ahok Tegaskan Kunjungan ke Pulau Seribu Bukan Kampanye
Ilustrasi sidang Ahok (Foto: Hasan Al Habshy/detikcom)
Jakarta - Saksi Bambang Waluyo ikut serta rombongan Pemprov DKI saat ada sosialisasi budidaya ikan kerapu di Kepulauan Seribu. Bambang diketahui merupakan politikus Partai Golkar, salah satu partai yang mengusung Ahok.

Saat diberi kesempatan menanggapi, Ahok menyatakan Bambang ikut rombongan Pemprov DKI namun berbeda kapal. Hal tersebut lantaran Ahok pergi ke Kepulauan Seribu, tepatnya di Pulau Pramuka, bukan dalam rangka kampanye.

"Saya didukung terutama oleh PDIP, NasDem, Hanura, baru Golkar. Kenapa waktu saya ke Kepulauan Seribu saya tidak mengajak PDIP, NasDem, dan Hanura, karena memang mereka tidak ada rencana ke sana," kata Ahok dalam lanjutan persidangan di Auditorium Kementerian Pertanian (Kementan), Jl RM Harsono, Jakarta Selatan, Selasa (7/3/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Karena teman, sering kontak-kontakan, mereka bilang mereka mau ke Pulau Seribu, langsung saya sampaikan ke orang Golkar, mau nggak ikut sekalian, tapi tidak boleh naik sekapal dengan saya, karena ini saya dinas," jelasnya.

Menurut Ahok, tak ada yang salah saat ia dan Bambang mendarat di waktu yang bersamaan. Ahok juga menegaskan kedatangannya bukan untuk kampanye karena tak semua partai turut serta datang ke Pulau Pramuka.

"Tapi kalau mendarat ke Pulau Pramuka, bebas. Karena Pramuka itu Ibu Kota Pulau Seribu. Itu bukan ruang tertutup. Jadi penuntut umum, bukan seolah-olah saya mengajak untuk kampanye. Karena kalau kampanye saja ajak semua partai," tutur Ahok.

Sebelumnya, Bambang menyatakan ia datang ke sosialisasi budidaya ikan karena pernah melakukan budidaya ikan kerapu pada 2001 silam.

"Saya waktu itu diajak untuk menyaksikan sosialisasi program budidaya ikan. Saya diajak karena memang saya pernah melakukan budidaya ikan kerapu tahun 2001," ungkap Bambang dalam kesaksiannya.

(rna/dhn)


Berita Terkait