"Nggak nyangka tetangga-tetangga, Raja Salman liburan pilih Bali. Tapi kita sering ngobrol-ngobrol ya senang sekali," kata salah satu warga Kampung Muslim bernama Halimah saat ditemui detikcom di Jl Taman Pancing, Kampung Muslim, Denpasar, Bali, Selasa (7/3/2017).
Menurut Halimah, warga mengharapkan ada imbas dari liburan Raja Salman di Bali. Imbas yang diharapkan adalah bertambahnya jumlah turis yang datang ke Bali sehingga perekonomian masyarakat Bali bisa meningkat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berbeda dengan Halimah, Ahmad Sukron, yang tinggal di Jl Raya Pemogan, mengaku warga sekitar rumahnya merespons liburan Raja Salman dengan tidak berlebihan.
"Biasa saja, tapi kita ikut senang. Ya kita nggak menyangka, mengapa Raja Salman ke Bali, ternyata untuk refreshing ya," kata Ahmad terpisah.
Berbeda dengan Halimah dan Ahmad, Akbar Faisal mengaku turut melihat rombongan Raja Salman keluar dari Bandara Ngurah Rai pada Sabtu (4/3) lalu. Akbar membawa serta istri dan anaknya melihat barisan Mercedez-Benz di Patung Kereta Kuda, Jl Raya Airport, Badung, Bali.
"Waktu Raja Salman diberitakan akan mendarat, saya bawa istri dan anak-anak ke Patung Kereta Kuda, sekalian refreshing anak-anak. Kita sempat lihat mobil rombongan Raja Salman pas melintas," ucap Akbar.
Kampung Muslim Denpasar (David/detikcom) |
Bagi Akbar, liburan Raja Salman di Bali adalah hal yang istimewa. Hal ini karena Raja Salman memilih Indonesia sebagai lokasi liburan, khususnya Bali.
"Ya spesial, ini sejarah. Pertama kalinya, Raja Salman liburan di Indonesia, di Asia malah. Bawa 1.500 orang itu nggak sedikit, bisa berapa banyak transaksi uangnya di saat sepi turis seperti bulan ini. Yang diuntungkan masyarakat Bali juga," imbuh Akbar.
Respons warga Kampung Muslim yang berbeda-beda ini didukung dengan aktivitas warga yang tetap normal. Tak ada spanduk atau poster Raja Salman terkait dengan liburannya di Bali yang dipajang warga.
"Warga tetap menjalankan aktivitas normal," ujar warga lainnya, Nurul.
Kampung Muslim Denpasar (David/detikcom) |












































Kampung Muslim Denpasar (David/detikcom)