"Saya sudah perintahkan Kadis Tata Air dan Kadis Kebersihan supaya dicek (gorong-gorong). Cek seluruh gorong-gorong, apakah ditemukan di tempat lain atau tidak. Kalau ditemukan di banyak tempat itu tentu berbeda, berarti ada unsur sabotase. Kalau ada maksud, niat jahat orang buang kabel di gorong-gorong dengan maksud supaya terjadi genangan air, saya sangat menyayangkan," kata Sumarsono di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (7/3/2017).
Meski demikian, Sumarsono tidak ingin berandai-andai tentang dugaan sabotase. "Saya belum lihat (ada unsur sabotase) karena baru ditemukan satu. Bisa saja orang iseng. Kalau memang ada unsur pidana, polisi harus bertindak. Saya belum lihat di lapangan. Bisa juga orang iseng daripada buang di Bantar Gebang kan jauh. Mentalitas seperti ini harus dibenahi," ujar Sumarsono.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sampah kulit kabel ditemukan petugas Sudin Sumber Daya Air (SDA) Jaksel bekerja sama dengan Pekerja Penanganan Sarana dan Prasarana Umum (PPSU) alias pasukan oranye saat membersihkan gorong-gorong di sejumlah lokasi di sepanjang Jalan Gatot Subroto pada Sabtu, 4 Maret 2017.
Setahun yang lalu, sampah kulit kabel yang jumlahnya berton-ton pernah ditemukan menyumbat saluran air dan ini mengakibatkan kawasan ring 1 Istana Negara sempat terendam banjir saat itu.
Polisi hingga kini masih mencari pelaku yang membuang sampah kabel tersebut. "Kita masih dalam proses untuk mengecek apakah itu benar atau tidak. Kalau benar, akan kita dalami, akan kita selidiki," kata Kabag Penum Kombes Martinus Sitompul. (aan/fdn)











































