Siapa yang Akan Terpilih Sebagai Paus Baru?
Senin, 18 Apr 2005 13:16 WIB
Jakarta - Para kardinal dari 52 negara telah berkumpul di Vatikan untuk melakukan konklaf rahasia guna memilih pengganti mendiang Paus Yohanes Paulus II. Siapa yang akan menjadi Paus ke-265 dalam sejarah gereja Katolik? Ini tentu sangat sukar dijawab.Memprediksi paus baru memang bukan pekerjaan yang mudah. Sebagai contoh, hampir tak seorang pun yang mengira bahwa kardinal dari Krakow, Polandia, Karol Wojtyla, akan muncul sebagai Paus Yohanes Paulus II pada tahun 1978 silam.Namun meski sulit, bukan berarti lantas tidak bisa mengidentifikasi para kardinal yang berpotensial menjadi pemimpin tertinggi gereja Katolik. Nama-nama berikut punya latar belakang, prestasi dan kepribadian yang setidaknya memenuhi kriteria untuk menjadi kandidat paus.Apakah salah seorang di antara mereka ini akan menjadi paus baru? Mungkin saja. Namun yang jelas semuanya layak dipertimbangkan dan dipilih.- Ennio Antonelli, ItaliaKardinal dari Italia ini mungkin menjadi kandidat ideal bagi mereka yang tertarik akan kenangan Yohanes Paulus I: seorang paus yang sederhana, murah senyum dan sangat jauh dari dunia kekuasaan Vatikan dan intrik-intrik. Dia umumnya dipandang sebagai tokoh moderat, dengan minat yang tinggi dalam perdamaian sosial dan isu-isu damai.- Jorge Mario Bergoglio, ArgentinaDia dipandang sebagai intelektual yang mumpuni. Ia menyelesaikan studi theologi-nya di Jerman. Ia pernah ikut berperan penting selama krisis ekonomi Argentina pada tahun 2002 lalu. Ia dikenal sebagai pribadi yang terbuka dan penuh kasih.- Dario Castrillon Hoyos, KolombiaPernah menjadi Sekjen CELAM, konferensi para uskup se-Amerika Latin dari tahun 1983-1991. Ini membuatnya memiliki jaringan koneksi yang luas di seluruh wilayah. Ia juga dikenal sebagai pembela kaum miskin, termasuk kesediaannya untuk menantang para tuan narkoba berbahaya di negeri itu.- Godfried Danneels, BelgiaSeorang mantan profesor liturgi di Universitas Katolik di Danneels, Belgia. Ia memiliki reputasi sebagai seorang intelektual dan pastur. - Julius Darmaatmadja, IndonesiaDarmaatmadja dikenal sebagai pribadi yang sederhana dan spiritual. Sebagai juru bicara utama bagi gereja katolik di negara Muslim terbesar di dunia, Indonesia, Darmaatmadja merupakan poin kunci bagi dialog Kristen-Muslim. Ia telah menolak identifikasi Islam dengan terorisme. Figur ini juga pernah menyerukan umat Kristen untuk memaafkan para militan yang melancarkan pengeboman gereja-gereja pada tahun 2000 lalu. Ia juga dikenal sebagai penolak keras invasi AS ke Irak. - Claudio Hummes, BrasilKandidat ini punya reputasi sebagai orang yang progresif, menentang rezim Brasil dan mendukung aksi-aksi demo buruh.Selanjutnya kandidat-kandidat lainnya menurut perusahan penerbitan The National Catholic Reporter, adalah kardinal Ivan Dias asal India, Joseph Ratzinger dari Jerman, Lubomyr Husar dari Ukraina, Walter Kasper dari Jerman, Nicolas de Jesus Lopez Rodriguez dari Republik Dominika, Wilfrid Fox Napier dari Afrika Selatan, Jaime Lucas Ortega Alamino dari Kuba, Marc Ouellet dari Kanada, Giovanni Battista Re dari Italia, Norberto Rivera Carrera dari Meksiko, Oscar Andres Rodriguez Maradiaga dari Honduras, Angelo Scola dari Italia, Christoph Schonborn dari Austria, dan Dionigi Tettamanzi dari Italia.
(ita/)











































