Puji Jokowi, Meutya: Internasionalisme Gagal Tanpa Nasionalisme

Puji Jokowi, Meutya: Internasionalisme Gagal Tanpa Nasionalisme

Erwin Dariyanto - detikNews
Selasa, 07 Mar 2017 12:30 WIB
Puji Jokowi, Meutya: Internasionalisme Gagal Tanpa Nasionalisme
Foto: Ari Saputra/detikcom
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengutip pidato Bung Karno soal internasionalisme dan nasionalisme. Pidato yang dikutip Jokowi itu disampaikan Bung Karno dalam sidang BPUPKI pada 1 Juni 1945, yang kemudian dikenal sebagai hari lahir Pancasila.

"Internasionalisme tidak dapat subur jika tidak berakar dalam bumi nasionalisme. Sebaliknya, nasionalisme tidak subur jika tidak hidup dalam taman sari internasionalisme," kata Jokowi saat menyampaikan pidato peresmian pembukaan dalam pertemuan tingkat kepala negara/pemerintahan KTT IORA 2017, di JCC, Senayan, Jakarta, Selasa (7/3/2017).

Baca juga: Jokowi: Internasionalisme Tak Dapat Tumbuh Tanpa Nasionalisme

Wakil Ketua Komisi I DPR RI Meutya Viada Hafid memuji pidato Presiden Jokowi tersebut. Apalagi pernyataan tersebut disampaikan dalam acara IORA, forum internasional yang sangat prestisius.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Statement sangat baik dan amat kontekstual. Disampaikan dalam forum internasional yang sangat prestisius. Mengingatkan kepada dunia bahwa euforia internasionalisme, globalisasi sesungguhnya berakar dan bersyarat pada nasionalisme yang kuat dan baik," kata Meutya kepada wartawan di Jakarta, Selasa (7/3/2017).

Menurut politikus Partai Golongan Karya itu, hari ini Presiden Jokowi telah menghidupkan kembali semangat dan komitmen nasionalisme di hadapan forum negara-negara IORA. Presiden Jokowi mengajak semua negara juga turut mengadopsi semangat tersebut.

"Karena sesungguhnya, ketika banyak negara meneriakkan internasionalisme dan globalisasi saja tanpa mengingatkan dunia pentingnya nasionalisme, berarti membawa kita semua ke dalam kegagalan globalisasi itu sendiri," kata dia.

"Statement sangat baik dan amat kontekstual. Saya angkat dua jempol untuk Presiden," tambah Meutya.

Dia menambahkan semangat internasionalisme dan nasionalisme itu sudah terangkum dan menjadi komitmen Indonesia sejak awal perjalanan negara ini. Semangat internasionalisme terangkum di sila kedua, yakni Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Adapun semangat nasionalisme terangkum di sila ketiga Persatuan Indonesia. (erd/van)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads