Saat Jokowi dan Para Menteri Dibuat Tertawa oleh Raja Salman

Saat Jokowi dan Para Menteri Dibuat Tertawa oleh Raja Salman

Sudrajat - detikNews
Selasa, 07 Mar 2017 10:43 WIB
Saat Jokowi dan Para Menteri Dibuat Tertawa oleh Raja Salman
Penerjemah Presiden Jokowi, M. Sahrul Murajjab (tengah). (Foto: Dokumentasi pribadi)
Jakarta - Sebelum menyaksikan acara penandatangan sejumlah nota kesepahaman oleh para menteri terkait, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Raja Salman bin Abdulaziz al Saud terlibat pembicaraan tete a tete (empat mata) di salah satu ruangan di Istana Bogor, Rabu (1/3/2017). Di ujung pembicaraan, Raja Salman kembali melontarkan joke yang membuat Presiden Jokowi dan beberapa menteri tertawa.

Tepatnya candaan itu, menurut M. Sahrul Murajjab yang menjadi penerjemah Presiden Jokowi, terucap ketika kepala protokol istana membuka pintu sebagai isyarat pertemuan empat empat harus diakhiri untuk berlanjut ke agenda berikutnya.

Saat Jokowi dan Para Menteri Dibuat Tertawa oleh Raja Salman Foto: Dokumentasi pribadi


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya tahu yang mulia Presiden tak bisa menolak permintaan kepala protokol," kata Raja Salman seraya tersenyum seperti diceritakan Syahrul kepada detikcom, Senin (6/3/2017) malam.

"Dia itu seperti seorang isteri yang permintaanya sulit ditolak para suami," imbuh sang Raja sembari berdiri.

Saat Jokowi dan Para Menteri Dibuat Tertawa oleh Raja Salman Foto: Dokumentasi pribadi Muchlis Hanafi


Mendengar joke tesebut, tak cuma Jokowi yang tertawa, Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi pun demikian. "Raja Salman memang sosok istimewa. Seiring keramahannya sesekali beliau suka melontarkan lelucon," ujar Sahrul.

Bagi Sarjana bidang Studi Keislaman dan Bahasa Arab dari Tripoli, Libya itu menjadi penerjemah dalam pertemuan antara Jokowi dan Raja Salman bukanlah yang pertama kalinya. Pada pertengahan September 2015, dia satu-satunya interpreter yang dipercaya mendampingi Jokowi saat melakukan kunjungan ke Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Qatar.

Sahrul mengawali karir di Kementerian Luar Negeri pada 2007. Sebelumnya dia menjadi staf lokal di KBRI di Tripoli-Libya sejak 2005. Alumnus Pondok Pesantren Darussalam Gontor, Ponorogo, Jawa Timur ini juga pernah magang di KBRI Riyadh selama tiga bulan, dan menjadi diplomat di Amman, Yordania. Berbekal pengalaman itu tak heran bila kemampuan bahasa Arab suami dari Santy Martalia Musa itu tergolong mumpuni.

Toh begitu, Sahrul dengan rendah hati menyatakan kesempatannya menjadi penerjemah Presiden sejatinya bukan capaian yang layak dipuji secara berlebihan. Ada banyak orang yang jauh lebih hebat baik di bidang penerjemahan maupun hal lainnya. "Semoga apa yang saya lakukan saat ini menginspirasi mereka yang tengah mempelajari bahasa Arab, bahwa itu amat bermanfaat bagi pengembangan karir kita," ujarnya.

Ia tak menampik bila kemunculannya sebagai penerjemah untuk Presiden, membuat jumlah permintaan pertemanan di facebooknya melonjak hingga ratusan orang. "Saya berupaya untuk tidak menolak siapapun untuk menjadi teman meskipun saya tidak yakin bisa merawatnya karena tidak terlalu aktif di dunia FB," tutur lelaki kelahiran Batang, 23 Juni 1979 ini. (jat/erd)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads