Provokasi, Narkoba dan Ingin Diperhatikan Juga Jadi Pemicu Tawuran

Provokasi, Narkoba dan Ingin Diperhatikan Juga Jadi Pemicu Tawuran

Noval Dhwinuari Antony - detikNews
Selasa, 07 Mar 2017 08:37 WIB
Provokasi, Narkoba dan Ingin Diperhatikan Juga Jadi Pemicu Tawuran
Ilustrasi (Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta - Sosiolog Paulus Wiroutomo menyebut provokasi yang dilakukan sejumlah pihak kepada warga menjadi salah satu penyebab maraknya tawuran di Ibu Kota. Hal ini kadang dilakukan jaringan pengedar narkoba untuk mengedarkan narkoba di suatu wilayah.

"Tawuran itu juga terjadi karena adanya provokasi dari pihak luar, kepentingannya sering kali orang yang mau memasok narkoba, supaya mereka mengalihkan perhatian aparat. Caranya dengan satu, dua orang anak membuat gara-gara sehingga terjadi keributan. Ketika ribut, pengedarnya bisa aman," ujar Paulus saat dihubungi detikcom, Senin (6/3/2017) malam.



SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain pengedar narkoba, penelitian Paulus menunjukkan provokasi dilakukan untuk menurunkan harga lahan di suatu wilayah. Provokasi ini dilakukan dengan memanfaatkan kelompok anak muda.

"Bisa juga provokasi dengan memanfaatkan geng anak muda. Misalnya di satu gang atau wilayah itu lokasinya strategis untuk perdagangan. Maka didirikanlah toko-toko, namun supaya harga tanahnya murah, diprovokasilah warganya untuk tawuran," sebut guru besar FISIP Universitas Indonesia ini.

Paulus menyebut tingkat tawuran antarwarga di Ibu Kota masih sangat tinggi karena adanya kebiasaan buruk di masyarakat yang mudah terprovokasi. Tawuran antarwarga dengan mengatasnamakan kelompok tempat tinggalnya, seperti kelurahan dan RW, hanya terjadi di kota besar seperti Jakarta.

"Sekarang kalau dibandingkan frekuensi tawuran itu, setahu saya di metropolitan, lainnya seperti Malaysia, Thailand, Filipina, itu tidak ada lagi tawuran antarkampung," ungkap Paulus.

"Memang ada juga oknum kelompok pemuda kita yang juga menggunakan tawuran dalam tanda petik sebagai alat mereka untuk menarik perhatian pemerintah. Jadi kalau mereka tawuran itu, anak-anak itu nantinya bisa merasa dibina, diberikan pelatihan, mereka akan diajak untuk acara pembinaan di Puncak. Nah kegiatan seperti ini kadang dimanfaatkan juga oleh mereka dengan melakukan tawuran," sambung Paulus. (nvl/jor)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads