"Karena kita harus hadirkan lahan usahanya (PKL) dan jangan bikin macet juga. Banyak sekali yang khawatir, kalau ada pedagang kaki lima, macet. Terbukti kok ini nggak macet, lancar, selama diatur dengan baik," ujar Sandiaga di Islamic Center, Jalan Kramat Jaya Raya, Koja, Jakarta Utara, Senin (6/3/2017).
Para pedagang sempat mengeluh kepada Sandiaga perihal sulitnya mencari lahan untuk tempat berdagang. Mereka juga kadang terancam oleh penggusuran dan penertiban, termasuk di kawasan Islamic Center yang dikunjungi cawagub nomor urut 3 itu. Sandiaga berpandangan masih banyak lahan Pemprov yang kosong dan dapat dijadikan lahan untuk PKL mencari nafkah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seluruh keluhan yang diterima Sandiaga dari pedagang kaki lima di lokasi tersebut akan dijadikan masukan. Pihaknya berjanji akan mencarikan solusi dari permasalahan yang mengancam dan mempersulit PKL selama ini.
"Kita harus manusiakan manusia, kita juga harus manusiakan PKL juga. Setuju? Kedua, kita tidak boleh panas hatinya, panas kepalanya, lalu marah-marah. Pasti ada solusinya kalau kita berdialog seperti ini," ujar Sandiaga.
Jika terpilih menjadi Wakil Gubernur DKI, Sandiaga berjanji akan merangkul dan menata PKL yang ada di Ibu Kota tanpa air mata. Selain merangkul, dia berjanji akan memberikan pembinaan dan pelatihan kepada para PKL.
"Dibangun tanpa ada duka, dicariin lokasi binaannya di dekat sini atau dicarikan jamnya supaya tidak deg-degan. Dan di sini pedagang cuma cari nafkah. Kan juga harus dipikirin lokasinya," pungkasnya. (nvl/jor)











































