Ganjar mengatakan aparat yang memiliki tugas mengambil orang tua atau anak-anak pengemis diharapkan tidak hanya beraksi sampai di situ. Harus ada penelusuran siapa yang berada di belakang mereka dan yang jadi alasan mereka turun ke jalan seperti halnya kasus Nenek Supini.
"Dugaan saya banyak. Maka kita meminta petugas Dinas Sosial atau Tenaga Kerja Sosial kecamatan mendatangi mereka, tapi tidak sekadar mengambil, tapi juga menelusuri siapa mereka dan latar belakang," kata Ganjar, Senin (6/3/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kultur kita kan seharusnya begitu, punya orang tua ya dirawat dan dilindungi, tidak malah dibuang atau ditelantarkan," tegasnya.
Diberitakan sebelumnya, media sosial heboh oleh video yang menampilkan Supini diminta turun ke jalan oleh Suwarno. Netizen mengira Suwarno merupakan cucu yang durhaka terhadap neneknya. Ganjar mendapat laporan salah satu netizen, begitu pula Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi.
Dua kepala daerah itu kemudian langsung melakukan tindakan dan meminta Dinas Sosial bergerak. Kini Nenek Supini sudah ditangani oleh Dinas Sosial, sedangkan Suwarno ditangani Satuan Reskrim Polrestabes Semarang karena melakukan eksploitasi.
Dari pemeriksaan sementara, diketahui Suwarno bukanlah cucu Supini.
"Dapat laporan dari media sosial, saya minta Dinsos Provinsi bergerak dibantu Dinsos Kota Semarang," kata Ganjar. (alg/fdn)











































