"Saya baru ketemu 3 bulan lalu, sebelum tahun baru," ujar Suwarno setelah ditemui Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu di Mapolres Semarang, Senin (6/3/2017).
Sore tadi Ita, sapaan akrab Hevearita Gunaryanti Rahayu, mendatangi Mapolrestabes Semarang untuk bertemu dengan Supini dan Suwarno. Di ruang Kepala Satreskrim Polrestabes Semarang, Ita bertemu dengan Suwarno.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ketemunya di Yaik, dia buang air besar di jarit (pakaian)-nya, saya gantikan di kamar mandi," ujarnya.
Pertemuan awal tersebut seolah-olah seperti menunjukkan kepedulian Suwarno kepada Nenek Supini. Namun, di balik itu, ternyata Suwarno mengarahkan Supini agar mengemis di kawasan lampu pengatur lalu lintas RSUP dr Kariadi, Semarang.
"Dia berangkat sendiri naik angkutan ke Kariadi, pulangnya juga. Berangkatnya pukul 07.00 WIB, pulangnya pukul 15.00 WIB," ujar Suwarno.
"Aku nggak pernah maksa," imbuhnya.
Selama ini hasil Supini mengemis sebagian besar diambil oleh Suwarno. Rata-rata per hari Supini mengumpulkan Rp 50 ribu sampai Rp 60 ribu, namun Rp 40 ribu diambil oleh Suwarno. Makan siang pun tetap diambil dari uang Supini.
"Pukul 10.00 WIB juga makan sarapan. Iya, pakai uang Mbah," ujar bujangan itu.
Suwarno masih berusaha berkilah uang milik Supini tersebut sebenarnya ditabung. Setelah diselidiki, ternyata uang tersebut dikumpulkan di warung dekat kosnya di Tawang Sari agar ia mudah makan di warung tersebut. Bahkan uang Supini juga digunakan untuk membeli pulsa dan membayar kos.
"Bayar kos Rp 300 ribu. Dari Mbahe Rp 100 ribu," katanya.
Berkali-kali Suwarno menyebut dia mengurus nenek itu. Menurutnya, ia pernah berusaha mengajak Supini ke kosnya, namun pemilik kos menolak karena nenek itu suka buang air besar di kamar. Pada kenyataannya, selama ini Nenek Supini dibiarkan menggelandang, sedangkan Suwarno tinggal di tempat kosnya.
Untuk diketahui, video Suwarno menyuruh Supini mengemis menjadi viral di media sosial. Netizen mengira Suwarno merupakan cucu Supini dan langsung me-mention Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi. Kini Suwarno harus berhadapan dengan hukum, sedangkan Supini ditangani Dinas Sosial Kota Semarang. (rvk/try)











































