Pesan Menlu ke Ketua IORA Selanjutnya: Lanjutkan Dialogue Partners

Pesan Menlu ke Ketua IORA Selanjutnya: Lanjutkan Dialogue Partners

Hary Lukita Wardani - detikNews
Senin, 06 Mar 2017 20:17 WIB
Pesan Menlu ke Ketua IORA Selanjutnya: Lanjutkan Dialogue Partners
Foto: Ari Saputra/detikcom
Jakarta - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menitipkan pesan kepada Ketua Indian Ocean Rim Association (IORA) selanjutnya tentang dialogue partners. Menurutnya, dialogue partners yang dilakukan selama ini belum optimal.

"Kerja sama dengan dialogue partners karena selama ini kita belum mengoptimalkan kerja sama kita dengan dialogue partners," kata Retno di JCC, Senayan, Jakarta Selatan, Senin (6/3/2017).

Dia mengatakan banyak hal yang dikerjakan melalui dialogue partners tersebut. Sebab, banyak pihak yang ingin bekerja sama dengan negara-negara di lingkar Samudra Hindia itu sendiri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Banyak sekali hal yang kita kerjakan considering the strategic position of Indian Ocean. Maka pasti akan banyak dialogue partners yang ingin bekerja sama dengan negara-negara di lingkar Samudra Hindia, baik mengenai masalah manajemen, safety, bencana, maupun search and rescue," imbuh Retno.

Melihat hal tersebut, Retno menitipkan pesan kepada ketua selanjutnya agar dialogue partners bisa dilanjutkan.

"Oleh karena itu, saya titip pesan sekali kepada next chair agar ini bisa dilanjutkan karena kita memulai tradisi baru tahun lalu di Padang, dan kita sudah mulai melakukan dialog dengan partner kita karena sebelumnya mereka hanya bicara saja dalam pertemuan tetapi tidak pertemuan signifikan dengan mereka," ujarnya.

"Kalau di ASEAN kan ada Post Ministry of Conference, ASEAN plus One, ASEAN plus Two, dan lainnya. Kita ingin melakukan hal seperti itu sehingga, ketika kita bicara dengan dialogue partners, kita sudah bicara tentang bekerja sama yang konkret. Itu yang ingin dibawa oleh Indonesia," ujarnya.

KTT IORA 2017 akan Sahkan Jakarta Concord

Dalam acara Konferensi Tingkat Tinggi IORA ini, disepakati sebuah dokumen strategis yang diberi nama Jakarta Concord. Dokumen ini akan disahkan oleh para pemimpin negara pada KTT IORA tanggal 7 Maret 2017.

Dokumen tersebut berisi arahan untuk meningkatkan isu dan memperkuat kerja sama di antara anggota IORA. Selain itu, Jakarta Concord mendukung tiga isu penting, yaitu blue economy, pemberdayaan perempuan, serta promosi demokrasi.

"Tiga isu tersebut antara lain blue economy, pemberdayaan perempuan, serta promosi demokrasi. Isu ini menyoroti arah masa depan yang akan dihadapi oleh negara di pesisir Samudra Hindia," ujar Retno.

Dokumen Jakarta Concord juga akan membahas mengenai pembentukan empat kelompok, yaitu keselamatan dan keamanan maritim, pariwisata dan pertukaran budaya, blue economy, serta pemberdayaan perempuan.

"Kami juga mengadopsi deklarasi IORA untuk mencegah dan melawan terorisme, ekstremisme, serta kekerasan sebagai komitmen bersama dari anggota IORA untuk bekerja sama dalam menghadapi ancaman terorisme," ujarnya.

"Saya percaya, upaya kami juga telah tecermin dalam Jakarta Concord dan hal ini sejalan dengan tujuan dari IORA Charter, yaitu mempromosikan kemakmuran ekonomi di wilayah Samudra Hindia," tuturnya. (lkw/idh)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini