DetikNews
Senin 06 Maret 2017, 17:29 WIB

Komisioner Bawa Anak di Sidang, Ketua KPPU: Sudah Ditegur

Akhmad Mustaqim - detikNews
Komisioner Bawa Anak di Sidang, Ketua KPPU: Sudah Ditegur Syarkawi Rauf (Dhani Irawan/detikcom)
Jakarta -

Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Syarkawi Rauf menanggapi soal salah satu komisioner KPPU Sukarmi yang membawa anak saat sidang berlangsung. Syarkawi mengaku telah menegur yang bersangkutan.

"Tindakannya sudah lakukan teguran kepada yang bersangkutan," ujar Syarkawi saat ditemui wartawan di kantor KPPU, Jalan Djuanda, Jakarta Pusat, Senin (6/3/2017).

Syarkawi menyebut Sukarmi berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya. Menurutnya, hal tersebut dilakukan terkait dengan keadaan darurat.

"Beliau berjanji, tidak melakukan tindakan serupa, nah itu terjadi kan benar-benar situasinya emergency, nah emergency-nya itu karena apa satu ya anaknya sakit terpaksa dibawa ke kantor, nah kemudian karena menangis dibawa sebentar ke ruang sidang kan setelah itu keluar," ujarnya.

Syarkawi memastikan peristiwa itu tidak akan terjadi lagi di KPPU. "Yang pertama dan memang tidak pernah lagi," ucap Syarkawi.

(Baca juga: Penjelasan Komisioner KPPU yang Disorot karena Bawa Anak di Sidang)

Sebelumnya, Sukarmi mengakui membawa anaknya duduk di kursi persidangan. Dia menyebut peristiwa itu terjadi pada tahun lalu.

Sukarmi pun mengaku telah ditegur oleh pimpinan terkait dengan hal itu. Namun dia terkejut lantaran peristiwa tersebut terjadi tahun lalu dan saat itu tidak ada masalah apa pun.

"Oktober atau November, saya lupa, pokoknya tahun lalu. Ada teguranlah ya," ujar Sukarmi.

Sukarmi pun menjelaskan alasannya hingga akhirnya membawa anaknya itu duduk di sebelahnya ketika sidang. Menurutnya, saat itu anaknya yang berumur 6 tahun itu tengah sakit dan tidak ada satu pun baby sitter yang membantunya.

"Jadi satu, pembantu saya tidak ada. Yang kedua, anak dalam kondisi sakit dan waktu itu sudah diberikan tempat untuk di luar, tapi menangis terus. Daripada saya terganggu dan tidak konsentrasi juga saya di dalam, saya bawalah masuk. Pada saat itu juga tidak ada keberatan dari siapa pun," ucapnya.

"Kalau ini dianggap sesuatu yang mungkin tidak etis menurut publik ya tentu saya minta maaf dan saya pun sudah ditegur oleh ketua. Tapi saya melihat dari sisi tata tertib atau mungkin dari kode etik, menurut saya, tidak ada yang kami langgar," imbuh Sukarmi.


(dhn/fjp)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed