Penjelasan Polri soal Ramai Video Polisi Hajar Pengemudi Ugal-ugalan

Cici Marlina Rahayu - detikNews
Senin, 06 Mar 2017 15:21 WIB
Foto: Ari Saputra/detikcom
Jakarta - Beredar video polisi yang ikut menghajar pengemudi ugal-ugalan di Purbalingga, Jawa Tengah. Polri memberikan penjelasan terkait video tersebut.

Video tersebut beredar di media sosial maupun situs YouTube. Peristiwa dalam video tersebut terjadi pada Kamis (2/3) di Jl MT Haryono, Purbalingga.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rikwanto mengatakan peristiwa bermula saat pengemudi bernama Waskito Budi Utomo (22), yang mengendarai mobil Toyota Avanza B-1182-NKJ, mengemudikan mobilnya secara ugal-ugalan. Saat itu Waskito tiba-tiba berhenti di Jalan Letnan Sudani dan mendadak berhenti di pertigaan Gang Panca hingga menyebabkan kemacetan lalu lintas.

"Saat itu Bripda Afifat Agung Dwi Cahyo memakai seragam dinas Polri sedang berada di kios knalpot dekat tugu knalpot berjarak sekitar 150 meter, sehingga warga yang melihat kejadian tersebut meminta bantuannya untuk menertibkan pengemudi tersebut," kata Rikwanto, Senin (6/3/2017).

Bripda Afifat dan temannya yang seorang wiraswasta lalu menghampiri mobil tersebut dan memerintahkan pengemudi untuk menepikan mobilnya. Namun Waskito menanggapi dengan cara melotot dan melontarkan omongan kasar atau makian kepada Afifat.

Setelah memaki, Waskito lalu melaju ke arah barat dengan kecepatan tinggi disertai zigzag hingga hampir menabrak sepeda motor dan truk. Sesampai di perempatan lampu merah Karang Kabur Jl MT Haryono, mobil itu berputar-putar di tengah perempatan sehingga membahayakan pengemudi lainnya.

Melihat hal itu, Bripda Afifat memarkir sepeda motornya dan menghampiri pengemudi mobil. "Namun oleh masyarakat sudah dihentikan, dan pengemudi dipaksa keluar dari dalam mobil. Selanjutnya dipukuli mengenai kepala hingga berdarah serta ditendangi oleh warga sambil berkata 'brengsek, membahayakan orang lain, arep mateni wong liya apa (hendak membunuh orang lain apa)'," ujar Rikwanto.

Rikwanto mengatakan, saat mencoba mengamankan Waskito dari amukan warga, Bripda Afifat terpancing emosinya karena diraih kakinya sehingga ikut melakukan pemukulan. Pengemudi itu kemudian berusaha lari dan masuk ke dalam mobil jok depan sebelah kiri.



"Saat itu ada warga yang berteriak 'awas megang besi', sehingga secara spontan Bripda Afifat menarik rambut pengemudi dan dikeluarkan dari dalam mobil serta dibawa ke depan Cafe Kopi. Setelah itu, saat diinterogasi, yang bersangkutan menjawab dengan nada tinggi sambil melotot sehingga Bripda Afifat terpancing lagi emosinya dan ikut memukul," ujar Rikwanto.

Waskito kemudian diamankan dan dibawa ke Polres Purbalingga untuk penanganan lebih jauh. Sementara itu, Propam Polda Jateng memeriksa Bripda Afifat atas kejadian itu.

"Terhadap anggota Polri yang mengamankan tetap dilakukan pemeriksaan oleh Propam Polda Jateng," tuturnya. (idh/fjp)