Hamid Telah Jenguk Mulyana di Rutan Salemba Dua Kali
Senin, 18 Apr 2005 11:41 WIB
Jakarta -
Tanpa terlihat wartawan, mantan anggota KPU (Komisi Pemilihan Umum) yang kini menjadi Menteri Hukum dan HAM Hamid Awaluddin sudah menjenguk Mulyana W Kusumah di Rutan Salemba. Hamid menjenguk Mulyana sebelum bertolak ke Helsinki pekan lalu. Sumber detikcom menyebutkan, Hamid mengunjungi Mulyana, tanpa diketahui wartawan. Bahkan, kunjungan Hamid sudah dua kali. Bagi Hamid, gampang saja masuk ke Rutan tanpa diketahui wartawan, karena Rutan berada di bawah koordinasinya sebagai Menteri Hukum dan HAM. Hamid menjenguk Mulyana wajar-wajar saja. Apalagi, Mulyana merupakan mantan kolega Hamid saat bergiat di KPU. Namun, isu yang beredar, saat bertemu Mulyana, Hamid meminta agar Mulyana tidak membawa-bawa nama KPU. Karena itulah, Mulyana yang kabarnya sudah ingin membeberkan semua hal menyangkut KPU, urung melakukannya. Benarkah? Hamid belum bisa dikonfirmasi. Sampai Senin (18/4/2005), dia dikabarkan masih dalam perjalanan dari Helsinki menuju Jakarta. Soal kunjungan Hamid ke Mulyana memang diakui oleh anak sulung Mulyana, Gina Santiyana. Namun, Gina membantah Hamid melakukan penekanan terhadap Mulyana. Yang terjadi, menurut Gina, Hamid malah memberikan dukungan moril kepada ayahnya. "Kami menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada Menkum dan HAM Hamid Awaluddin serta isteri yang dengan tulus mau menjenguk ayah kami di rutan ini dan memberi dukungan moril sebagai sahabat dekatnya," papar Gina beberapa hari lalu.Anak lelaki Mulyana, Guevara Santayana, juga membantah Hamid telah menekan ayahnya. "Tidak ada tekanan apa-apa," kata Guevara saat ditemui detikcom, Minggu (17/4/2005) kemarin, saat ditanya apakah saat bertemu ayahnya, Hamid menekan ayahnya agar tidak membawa nama dirinya. Dalam rilis yang ditulis pada Sabtu (16/4/2005) lalu, Mulyana juga tiba-tiba menegaskan bahwa Hamid Awaluddin tidak terlibat dalam kasus yang dihadapinya. Mengapa kok tiba-tiba Mulyana memberikan statement seperti itu? Pertanyaan ini juga sempat dilemparkan kepada Guevara. Namun, Guevara mengaku tidak mengetahui mengapa ayahnya merilis hal itu. Namun, yang dia ketahui, Hamid memang tidak terlibat dalam kasus dugaan penyuapan ayahnya itu. "Dalam proses penyuapannya, ya tidak terlibat. Karena saat itu, tidak ada komunikasi antara Pak Hamid dengan papa," ungkapnya.
(asy/)










































