"Ke depan ini akan menjadi suatu pembelajaran yang berharga. Besok tidak ada lepas ketika cek in mau pulang itu kita akan dampingi," kata Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri Irjen Saiful Maltha, di pintu Ramp Service, Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Minggu (5/3/2017).
Menurutnya selama ini pihaknya tidak bisa memantau jika ada barang-barang yang masuk karena sudah ada prosedur tetap (protap)
"Selama ini kita percaya pada protap mereka. Lalu kemudian ada barang yang masuk kita nggak bisa pantau. Besok kita akan komunikasikan. Sebelum cek pulang semua bersama-sama ke sana," tambahnya.
Dia menjelaskan sikap otoritas Sudan menunda kepulangan pasukan FPU VIII itu wajar-wajar saja. Yang terpenting pasukan Indonesia bisa membuktikan bahwa tuduhan itu tidak benar.
"Saya kira itu wajar saja. Misalnya tas saya ada yang masukin barang, saya dicurigai tapi saya bisa mengklarifikasi itu bukan milik saya. It's oke," kata Maltha. (rvk/nkn)











































