"Begitu dia bilang soal (kabar) sopir Uber, dia bilang ke saya, 'Nggak itu kok'," kata ayah Farhany, R Agung Abdillah, saat berbincang, Minggu (5/3/2017).
Agung merasa kasihan dengan anaknya yang kini masih trauma. Namun dia bersyukur putrinya itu telah kembali ke rumah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Farhany dilaporkan hilang sejak Kamis (2/3) sore lalu. Warga Bogor Jawa Barat ini mengaku dibawa oleh sebuah mobil sepulang les. Di dalam mobil ada tiga laki-laki dan seorang perempuan.
Cerintanya, saat pulang dari bimbingan belajar, dia naik angkot dua kali, kemudian dilanjutkan dengan naik ojek yang telah dia pesan. Dalam persepsinya, semua mobil nampak sama saja, jendelanya terbuka semua. Masuklah dia ke dalam salah satu mobil di seberangnya.
"Ada laki-laki, ada perempuan (di dalam mobil). Dia kayak orang tidur. Ingat-ingat, sudah di ruangan gelap itu," tutur Agung.
Keterangan Farhany kepada polisi, kata ayahnya, juga disampaikan Farhany dengan 'lupa-lupa ingat'. Dia mengaku sempat dibawa sampai ke Manggarai Jakarta.
Sempat pula dia dibawa ke lokasi mirip gudang dengan jendela-jendela, seperti bangunan villa di kawasan Puncak, Bogor. Sinyal lokasi yang dikirimkan Farhany sempat terdeteksi berada di Tambun, Bekasi. Namun saat Agung dan personel polisi menyambangi lokasi, hasilnya nihil.
"Dia share location itu bukan nulis, tapi otomatis. Yang Jalan Tambun itu kok ada kode pos, itu aplikasi langsung dari Line," tutur Agung.
Farhany dinyatakan ditemukan kembali pada Jumat (3/3) lalu. (dnu/dnu)











































