Hasil Putaran I Pilgub DKI, KPU: Tak Ada Paslon yang Keberatan

Hasil Putaran I Pilgub DKI, KPU: Tak Ada Paslon yang Keberatan

Jabbar Ramdhani - detikNews
Sabtu, 04 Mar 2017 16:08 WIB
Hasil Putaran I Pilgub DKI, KPU: Tak Ada Paslon yang Keberatan
Foto: Heldania Ultri/detikcom
Jakarta - Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta memastikan tidak ada paslon yang mengajukan keberatan atas hasil penghitungan suara tersebut. Kepastian ini didapatkan setelah KPU DKI mendapatkan surat dari Mahkamah Konstitusi (MK).

"Pemilihan putaran pertama sudah selesai rekapitulasi suara. Kita telah tunggu tiga hari dari MK. Kami telah menerima surat dari MK kemarin dan dipastikan tidak ada pengajuan keberatan dari tiga paslon atas perolehan suara," kata Ketua KPU DKI Sumarno dalam diskusi di Warung Daun, Jalan Menteng Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (4/3/2017).

Berdasarkan tahapan 3 hari setelah pengumuman hasil rekapitulasi suara tiap pasangan calon (paslon) diperkenankan mengajukan gugatan ke MK terkait perolehan hasil suara. Jika tidak ada gugatan maka KPU DKI melanjutkan fase tahapan Pilgub dengan penetapan paslon terpilih yang rencananya akan digelar di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Nanti malam penetapan paslon yang memenuhi syarat sebagai peserta. Sekaligus mengawali dan launching tahapan Pilkada DKI putaran kedua," ujarnya.

Menanggapi hal ini, Yupen Hadi yang merupakan tim sukses dari paslon nomor urut 3 Anies Baswedan-Sandiaga Uno memberikan apresiasi kepada penyelenggaraan Pilgub DKI putaran satu. Hanya saja ia memberikan catatan bagi KPU untuk memperbaiki beberapa hal.

"KPU DKI harus menyelesaikan banyaknya warga DKI yang belum masuk daftar pemilih tetap (DPT). Peningkatan SDM panitia dan penyelenggaraan pemilu harus diperhatikan. Harapan kami di tahap kedua bisa diselesaikan," ungkap Juven.

Di lokasi yang sama, Jerry Sambuaga yang merupakan tim sukses pasangan Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat juga menyampaikan hal serupa. Dia menyayangkan adanya TPS yang telat dibuka dan juga masalah DPT.

"Masalah banyaknya orang yang belum masuk DPT, kami harap hal itu dapat diperbaiki. Sehingga banyak warga yang tidak bisa memilih," ujarnya.

(jbr/ams)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads