"Ada yang sedikit berbeda, agak manja. Biasanya kalau sama saya agak cuek, dia ketawa kelihatan lebih ekspresif, mungkin pengaruh ya. Berasa ada yang beda. Tapi, setelah dia tidur mulai normal ke semula yang saya tahu dia," kata ayah Farhany, R Agung Abdillah, saat berbincang, Sabtu (4/3/2017).
Agung menyebut, setelah pulang, ada yang berbeda dari putri sulungnya itu. Dia mengatakan Avi, panggilan Farhany di rumah, menjadi trauma ketika diajak bepergian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bapak dua anak itu menyebut Avi dalam kondisi sehat dan sudah bisa diajak berkomunikasi. Bahkan Avi bisa bercerita dengan lancar tentang peristiwa saat dia menghilang.
"Secara fisik nggak apa-apa, ngomongnya biasa. Dia cerita biasa aja. Cuma jengkel kalau lagi ditanya polisi biasa ngulang-ngulang," kata dia.
Pagi ini polisi masih meminta keterangan Avi untuk mengetahui kronologi peristiwa hilangnya dia. Agung menyebut putri sulungnya itu belum menjelaskan secara rinci.
"Polres minta keterangan lanjutan pukul 09.00 WIB. Waktu itu ada beberapa pertanyaan yang nggak bisa dia jawab, lupa, nggak ingat," urainya.
Agung menyebut saat ini Avi ditemani ibunya mengecek kesehatannya di rumah sakit. "Ini masih di RS ditemani ibunya. Belum selesai, masih mengantre," kata dia.
Melihat kondisi anaknya yang belum pulih benar itu, Agung berencana membawa Avi ke psikolog. Untuk itu, dia meminta agar proses pemeriksaan anaknya ditunda.
"Rencana mau ke psikolog, mau konsultasi. Saya nulis pernyataan mohon ditunda sampai dia pulih," beber Agung. (ams/fdn)











































