Petugas TransJ Dikeroyok, Polres Jakpus Periksa Saksi

Petugas TransJ Dikeroyok, Polres Jakpus Periksa Saksi

Ferdinan - detikNews
Sabtu, 04 Mar 2017 12:46 WIB
Petugas TransJ Dikeroyok, Polres Jakpus Periksa Saksi
Ilustrasi (Rachman Haryanto/detikcom)
Jakarta - Polres Jakarta Pusat sudah menerima laporan petugas patroli TransJakarta, Susilo Purwanto, yang dikeroyok pengendara motor. Polisi masih meminta keterangan para saksi kasus pengeroyokan karena petugas TransJ mencegah pengendara motor masuk ke jalur bus TransJ (busway).

"Semalam ada petugas TransJakarta melaporkan ke Polres telah dipukul oleh orang tak dikenal pengendara motor. TKP di traffic light Jalan Tambak," ujar Kasubag Humas Polres Jakpus Kompol Suyatno, Sabtu (4/3/2017).

Polisi masih mendalami laporan Susilo. Dalam laporan, Susilo menyebutkan mengalami luka di bagian pelipis wajah akibat pemukulan orang tidak dikenal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tentunya dengan ada laporan, kita memeriksa saksi, saksi korban dan temannya," sebut Suyatno.

Pengeroyokan terjadi pada Jumat (3/3), yang berawal dari larangan Susilo terhadap seorang pengendara motor yang mencoba masuk busway di Jl Tambak arah Matraman.

"Petugas patroli menegur pengendara motor tersebut. Pengendara tersebut lalu memukul petugas patroli. Setelah peristiwa tersebut, pengendara tersebut mengancam akan kembali. Petugas patroli melaporkan kejadian tersebut kepada korlap patroli," kata Wibowo.

Namun, 30 menit setelah kejadian, tiba-tiba datang 6-7 orang mengendarai motor dan langsung menghampiri Susilo. Mereka kemudian melakukan pengeroyokan sehingga Susilo terluka.

"Bahkan pelaku akan menggunakan senjata tajam (sangkur) untuk melukai petugas. Namun berhasil dicegah petugas TransJakarta. Setelah pemukulan, para pelaku langsung meninggalkan lokasi," imbuh Wibowo.

Selain melakukan pemukulan, para pelaku pengeroyokan merusak telepon genggam (HP) yang ingin mengambil gambar ataupun video. Korban pengeroyokan dibawa ke RSCM karena pelipis mata dan kepala luka robek, serta dada sesak. (fdn/try)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads