"OK OCE lebih (lengkap), karena OK OCE adalah sebuah gerakan yang ada 5 pilarnya, satu peningkatan skill. Dua, garansi inovasi untuk perizinan. Ketiga, kredit khusus untuk perempuan. Empat, akses pasar jejaring seperti sepatu 'Jakarta Berlari' menggunakan jaringan kita. Kelima, memastikan garansi inovasi bisa dijalankan dan memberikan sebuah kemudahan dari segi perizinan dan insentif, juga permits untuk yang baru memulai usaha," terang Sandiaga di Jalan Robusta, Pondok Kopi, Jakarta Timur, Jumat (3/3/2017).
Sandiaga mengatakan OK OCE lebih menyasar kalangan menengah ke bawah. Dia berjanji bila terpilih dalam Pilkada, maka kebijakannya tidak akan tumpang tindih antara OK OCE dengan Jakarta Creative Hub program milik Pemprov DKI saat ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita akan rangkul, jadi jangan khawatir Pak Basuki, yang bagus akan kami rangkul. Payungnya OK OCE, kalau mereka tetap mau pakai Jakarta Creative Hub, boleh juga. Karena OK OCE bukan milik Sandi, bukan milik siapa-siap, tapi milik warga Jakarta," sambungya.
Diberitakan sebelumnya Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menegaskan Jakarta Creative Hub yang diresmikannya pada Rabu (1/3) lalu tidak mencontek ide pasangan cagub-cawagub DKI lain. Menurut Ahok yang merupakan cagub petahana ini, ide pembuatan Jakarta Creative Hub sudah ada sejak satu setengah tahun lalu.
Ahok menyebut dirinya sudah mempersiapkan ide Jakarta Creative Hub sejak lama. Namun, menurut Ahok ide tersebut kurang dipromosikan.
"Kita butuh satu setengah tahun untuk bangun dan temukan formula (untuk Jakarta Creative Hub). Nggak benar tuh kalau saya contek-contek (program) paslon lain. Kalau nyontek, berarti dia yang nyontek saya. Tapi memang program saya kurang promosi," ujar Ahok saat sambutan dalam acara penandatanganan kerja sama antara Pemprov DKI dengan PT Global Infotech Solution di Balai Kota. (fdu/fdn)











































