Merasa Dicemarkan, Mulyana Segera Tuntut Balik Khairiansyah

Merasa Dicemarkan, Mulyana Segera Tuntut Balik Khairiansyah

- detikNews
Senin, 18 Apr 2005 08:44 WIB
Jakarta - Anggota Komisi Pemilihan Umum Mulyana Wira Kusumah merasa dicemarkan nama baiknya auditor Badan Pemeriksa Keuangan Khairiansyah Salman dan akan segera melancarkan tuntutan balik."Dalam beberapa hari ini tuntutan itu akan diajukan," kata pengacara Mulyana, Sirra Prayuna, yang dihubungi detikcom melalui telepon selulernya, Senin (18/4/2005) pukul 08.20 WIB.Ditanya apakah akan menggugat secara perdata atau melaporkan secara pidana ke kepolisian, Sirra menyatakan hal itu masih dibahas. "Kami akan mempertimbangkan dari berbagai sudut. Kami akan mempertimbangkan kemungkinan-kemungkinan yang ada."Demikian juga ketika ditanya kapan tuntutan hukum akan diajukan, Sirra menyatakan itu masih belum ditentukan kapan persisnya. "Dalam waktu dekat ini. Dalam beberapa hari ini.Tentang alasan mengajukan tuntutan hukum, Sirra menyatakan apa yang dilakukan Khairiansyah sebagai saksi pelapor dalam kasus penyuapan Mulyana sudah memenuhi unsur pencemaran nama baik. Namun Sirra enggan menjelaskan lebih detil dengan alasan ia sedang ada tamu dan dalil ini sudah sering dikemukakan di media massa.Sirra, dalam penjelasan sebelumnya, menyatakan kasus ini bermula dari pertemuan di Hotel Borobudur pada awal Maret lalu yang dimaksudkan untuk melakukan klarifikasi, penyempurnaan, dan pelurusan hasil audit investigatif. Inisiatif pertemuan disebutkan Sirra muncul dari Khairiansyah dan saat itu Mulyana datang ditemani Pelaksana Harian Sekretaris Jenderal KPU Sussongko Suhardjo.Pada pertemuan tersebut jumlah uang Rp 300 juta yang disetujui agar laporan audit lebih proporsional merupakan hasil kesepakatan antara Khairiansyah dan Mubari, staf khusus Sussongko Suhardjo. Kesepakatan itu barulah disampaikan kepada Mulyana keesokan harinya.Menurut Sirra, sebenarnya pemerasan sudah terjadi ketika Mulyana menyerahkan Rp 150 juta pada 3 April 2004. Ketika pemerasan itu tercium, Khairiansyah kemudian mencoba menutupinya. Caranya, ya dengan melakukan jebakan bersama KPK itulah. (gtp/)


Berita Terkait