KSAL Usul Setiap Siswa Punya Kompetensi Renang Sejak Dini

KSAL Usul Setiap Siswa Punya Kompetensi Renang Sejak Dini

Elza Astari Retaduari - detikNews
Jumat, 03 Mar 2017 16:15 WIB
KSAL Usul Setiap Siswa Punya Kompetensi Renang Sejak Dini
Foto: KSAL Laksamana Ade Supandi. (Elza Astari/detikcom)
Jakarta - Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Ade Supandi menyoroti soal kompetensi berenang bagi siswa sekolah. Menurut Ade, kompetensi berenang selayaknya wajib dimiliki sejak dini bagi semua orang.

Hal tersebut disampaikan Ade dalam acara gathering TNI AL dengan media di Mabes TNI AL, Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (3/3/2017). TNI AL menggelar sejumlah lomba bagi pewarta yang biasa meliput lingkup TNI, khususnya TNI AL.

"Hari ini berlangsung meriah, ada sesuatu yang lain bersama-sama teman-teman media terutama yang tugas utamanya mangkal di AL," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ada hampir 200 wartawan yang ikut dalam acara kompetisi yang digelar TNI AL seperti lomba berenang, lomba menyelam, mencari koin di dasar kolam kedalaman 1 dan 5 meter, hingga water trappen (mengapung di air). Para prajurit TNI AL juga memberikan sejumlah materi mengenai penyelaman kepada para pewarta yang hadir.

"Silaturrahmi ini untuk memberikan informasi karena tidak banyak orang mengetahui AL, apa itu peralatan, program dan sebagainya. Yang penting berkaitan dengan kekinian, dengan karakter maritim," ucap Ade.

"Salah satu yang ingin saya sampaikan di sini karena kita gathering di kolam renang, saya saja berenang dan menyelam, ternyata banyak wartawan yang sudah memiliki kemampuan berenang dan menyelam. Ini positif karena jangan kita cerita mengenai menyelam kalau kita tidak tahu bagaimana rasanya," imbuhnya.

Ade sendiri juga tampak ikut berenang dan menyelam. Laksamana bintang empat itu cukup jago saat memamerkan teknik menyelamnya di kedalaman 5 meter. Ia tampak ceria dan senang ikut bergabung bersama wartawan di kolam renang.

"Ini upaya saya dan AL untuk ikut menggelorakan semangat kemaritiman, karakter kita sebagai bangsa maritim, ini juga saya melihat pengalaman saya bertugas di Belanda selama 2 tahun, anak-anak SD di sana diharuskan lulus berenang dan water trappen (mengapung di air)," jelas Ade.

Mantan Pangarmatim itu mengusulkan agar kurikulum seperti di Belanda tersebut bisa diterapkan juga di Indonesia. Sebab, memiliki keahlian berenang menurut Ade bisa bermanfaat dan menjadi bekal bagi setiap orang dalam keadaan bahaya.

"Kita mungkin juga perlu melakukan itu bahwa siswa ini harus memiliki kemampuan berenang karena itu bagian dari kompetensi. Kalau kita punya kemampuan berenang, kalau kita dalam emergency, banjir, kemudian di kapal, paling tidak bisa menolong dirinya," usulnya.

Ade menyambut baik gathering bersama media hari ini. Ia menyebut, kegiatan serupa akan dilakukan berkala setiap 3 bulan sekali dengan di berbagai lokasi yang terkait dengan Angkatan Laut.

"Untuk berikutnya dengan media di pinggir laut atau di atas kapal. Jadi berenangya di laut. Nanti nyebur dari kapal ke laut," sebut Ade.

Baca Juga: Siswa TK Hingga SMA Nantinya akan Dapat Kurikulum Kemaritiman

Soal kurikulum kemaritiman sebelumnya juga pernah dilontarkan oleh KSAL. Pada 2015 lalu, Ade menyatakan pemerintah tengah mengkaji kurikulum agar siswa sekolah mendapat pelajaran dasar mengenai kemaritiman. Ini mengingat Presiden Joko Widodo ingin menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia. (ear/idh)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini