"Yang diduga rekannya (Yayat) yang melarikan diri menggunakan motor, masih diduga ada kaitannya. Dari kesaksiannya sangat sumir, artinya keterangan masih diragukan. Yang naik motor masih diduga bisa jadi memang temannya bisa jadi kebetulan ada orang," jelas Rikwanto di Gedung Divisi Humas, Mabes Polri, Jakarta, Jumat (3/3/2017).
Dia menerangkan, biasanya pelaku teror memang tak beraksi seorang diri. Dengan kata lain, ada rekannya yang mengawasi kegiatan si pelaku utama di sekitarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga kini, polisi masih terus mengembangkan kasus Bom Panci Cicendo. Polisi menduga kuat Yayat tak beraksi sendirian, terlepas dari benar-tidaknya pengendara motor yang meninggalkan lokasi Taman Pendawa pascabom adalah rekan Yayat.
"Tetap dilakukan penyelidikan karena diduga ada teman (Yayat) di sekeliling yang ikut mengawasi di lokasi kejadian itu (Taman Pendawa, red)," kata mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya itu.
Hasil penyidikan sementara, masih berkutat pada identifikasi jaringan teroris Yayat, yang diketahui berafiliasi dengan Jama'ah Anshar Daullah (JAD).
(aud/rvk)











































