Ini 2 Kapal Perang yang 'Kawal' Raja Salman Selama di Bali

Kunjungan Raja Salman

Ini 2 Kapal Perang yang 'Kawal' Raja Salman Selama di Bali

Elza Astari Retaduari - detikNews
Jumat, 03 Mar 2017 14:43 WIB
Ini 2 Kapal Perang yang Kawal Raja Salman Selama di Bali
Kapal yang akan menjaga perairan Bali selama Raja Salman liburan. (Dok Armatim)
Jakarta - TNI AL mengerahkan 2 kapal perang untuk mengawal kunjungan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud selama di Bali. Dua kapal tersebut adalah KRI Sura-802 dan KRI HIU-634.

"Pengamanannya di laut sana. Di perairan Bali, jadi mengitari kawasan," ungkap Kadispen Armatim Letkol (L) Maman Sulaeman saat dimintai konfirmasi detikcom, Jumat (3/3/2017).

Dua kapal perang yang akan menjaga perairan Bali adalah KRI Sura, yang dikomandani Mayor Laut (P) Romi Habe Putra. Kemudian KRI Hiu, dengan komandan Mayor Laut (P) Sayid Hasan Hutagalung

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT



KRI Sura dan KRI Hiu adalah kapal patroli jenis FPB-57 generasi pertama bikinan PT PAL. Pengamanan untuk Raja Salman dan rombongan selama liburan di Bali dari sisi laut ini, kata Maman, dilakukan tidak dalam jarak dekat.

"Dari jarak jauh. Itu cukup. Personelnya ya masing-masing prajurit yang bertugas di KRI itu," tuturnya.

Dua KRI tersebut hanya bertugas mengamankan perairan Bali selama Raja Salman berlibur di Pulau Dewata. Setelah selesai bertugas, KRI Sura dan KRI Hiu akan kembali ke markas Armatim di Surabaya.

"Nanti kembali lagi, ke Armatim. Kalau sudah selesai kembali ke pangkalan," jelas Maman.


Ini 2 Kapal Perang yang 'Kawal' Raja Salman Selama di BaliKapal yang akan menjaga perairan Bali selama Raja Salman liburan. (Dok Armatim)



Seperti diketahui, Raja Salman akan berangkat ke Bali besok, Sabtu (4/3), hingga 9 Maret mendatang. Setelah selama 3 hari melakukan kegiatan diplomatik di Jakarta, Raja Salman, yang membawa 1.500 orang dari Arab Saudi, akan berlibur di Bali selama 5 hari.

Sebelumnya KSAL Laksamana Ade Supandi mengungkap jajarannya juga turut ikut dalam pengamanan Raja Salman. Itu, menurutnya, merupakan paket pengamanan kepada setiap kepala negara yang berkunjung ke Indonesia.

"Sudah dari paketnya, kepala negara ada pengamanan di darat, udara, dan di laut, hanya karena di laut wartawan kan jarang ke laut," terang Ade di Mabes TNI AL, Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (3/3). (ear/rvk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads