"Beliau berharap kalau jadi pemimpin yang amanah, banyak orang lupa begitu jadi, sombong, kami kan nggak sombong, jangan sampai berubah," kata Sandiaga usai pertemuan di Restoran Merah Delima, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (3/3/2017).
Mamiek berpesan agar Sandiaga mencegah perpecahan di Jakarta. Ia mendapatkan masukan agar Jakarta lebih aman dan sejahtera.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bersama Mamiek, Sandiaga mengaku sebagian besar pembicaraan hanya berkutat pada ketahanan pangan. Ia juga mendapat undangan mengikuti zikir akbar pada 11 Maret di Masjid At-Tien.
"Salah satu yang didorong adalah bahwa kita punya buah-buahan holtikultura yang bisa kita banggakan dan Jakarta banyak sekali buah impor. Mbak Mamiek justru melihat banyak buah di Mekarsari yang mendukung ketahanan pangan," katanya.
"Beliau juga undang tanggal 11 Maret karena banyak simpang siur sekali berita mengenai doa untuk bangsa maulid di masjid At-Tien," sambungnya.
Sebelumnya, Sandiaga juga sudah bertemu putri Soeharto lainnya yaitu Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto. Namun, dia menepis anggapan bahwa pertemuan dengan Mamiek ini jadi menguatkan dukungan dari Keluarga Cendana.
"Bukan dukungan keluarga Cendana, ini tadi yang arrange ibu saya. Kalau dengan Bu Titiek kan beda karena beliau memang mendukung. Cuman itu saja nggak ada omongan politik," katanya. (fdu/imk)










































