"Sudah dari paketnya, kepala negara ada pengamanan di darat, udara, dan di laut," kata KSAL Laksamana Ade Supandi di Mabes TNI AL, Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (3/3/2017).
Namun Ade tidak merinci jumlah KRI yang dikerahkan TNI AL dalam tugas pengamanan Raja Salman. Dia hanya menegaskan armada dan personel TNI AL cukup untuk pengamanan lawatan Raja Salman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini satu paket, unsur operasional yang ada di perairan Bali (Armatim). Tanggung jawab di Pangdam, tapi darat, laut, udara harus siap. Itu sudah standarisasi kalau kepala negara," sebut Gig di lokasi yang sama.
Raja Salman dijadwalkan berlibur ke Bali pada 4-9 Maret. Rombongan Salman ikut berlibur bersama.
"Kita cuma ngamanin aja di lokasi tertentu apakah kapal perang atau kapal patroli. Tapi berusaha untuk tidak kelihatan. Itu yang dikerjakan," kata Gig mengenai pengamanan Raja Salman di Bali.
Selama berada di Bali, Raja Salman akan menginap di Hotel St Regis, Nusa Dua, Bali. Pengamanan dari pihak TNI/Polri sudah diperketat.
Kawasan hotel sejak hari ini sudah dijaga petugas dan disterilkan dari pengunjung. Tak hanya kawasan hotel, pengamanan di pantai St Regis juga telah diperketat.
Berdasarkan informasi Managing Director Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) Wayan Karioka, pantai telah dipasangi pagar kayu dengan tinggi 3 meter.
(elz/fdn)











































