Pilih Paus Baru, 115 Kardinal Telah Berkumpul di Vatikan
Senin, 18 Apr 2005 03:03 WIB
Jakarta -
Sejak Minggu (17/4/2005) petang seluruh kardinal yang akan mengikuti sidang memilih Paus yang baru (konklaf) telah check in di Domus Sanctae Marte (wisma Santa Maria) di Kota Vatikan. Mereka "dikurung" hingga terpilihnya Paus baru.Dilaporkan kantor berita The Associated Press, sidang untuk memilih Paus baru (konklaf) pengganti Paus Yohanes Paulus II akan dimulai Senin (18/4/2005) setelah para kardinal berjubah merah melakukan prosesi memasuki Kapel Sistina.Konklaf akan berlangsung di Kapel Sistina yang terletak di sebelah kanan Istana Kepausan atau sebelah kiri Basilika Santo Petrus. Sebanyak 115 kardinal akan bersidang untuk memilih Paus baru, pemimpin bagi 1,1 miliar umat Katolik Roma. Terpilihnya Paus Baru akan ditandai keluarnya asap putih dari Kapel Sistina, tempat para kardinal dari seluruh dunia bersidanng (konklaf). Jika yang keluar asap hitam itu menandakan belum ada kesepakatan di antara para kardinal peserta konklaf.Menurut Juru Bicara Vatikan, Navarro-Valls, tanda asap bakal keluar pada pukul 12.00 dan 19.00 waktu setempat atau pukul 17.00 dan 24.00 WIB.Selama konklaf berlangsung, para kardinal tidak boleh membawa telepon seluler, radio, televisi, koran, pager, alat rekam, dan lain-lain. Para kardinal harus bebas dari seluruh alat komunikasi dan tidak diperkenankan melakukan hubungan dengan dunia luar.Rangkaian konklaf akan diawali dengan misa pada pukul 10.00 waktu setempat, disusul makan siang dan istirahat. Sore hari, pukul 16.00, dilanjutkan dengan ibadat sore dan dimulailah pemilihan Paus baru.Pada saat pemilihan para kardinal akan menulis di atas secarik kertas. Seluruh "surat suara" kemudian dihitung, lalu dibakar. Dibantu bahan kimia tertentu, kertas-kertas yang dibakar itu akan mengeluarkan asap hitam atau asap putih.Telah Dipilih Tuhan"Paus baru telah dipilih oleh Tuhan. Kami hanya harus berdoa untuk memahami siapa dia," kata Kardinal Ennio Antonelli kepada jemaat di St Andrea delle Fratte, gereja titulernya di Roma.Hal senada disampaikan Kardinal Meksiko, Norberto Rivera Carrera. "Saya percaya Roh Kudus telah mengetahuinya, tapi ia belum mengatakannya pada kita," katanya sebagaimana dikutip kantor berita Reuters.Sementara Kardinal Oscar Andres Rodriguez Maradiaga dari Honduras menegaskan konklaf itu tidak seperti pemungutan suara dalam pemilu. "Orang berpikir kita akan mencoblos seperti dalam pemilu. Tapi ini sesuatu yang sangat berbeda. Kami akan mendengarkan Tuhan dan mendengarkan Roh Kudus."
(gtp/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































