"Gubernur sambut pakai pakaian adat Bali. Beliau kan pakaian adat Arab, kita pakai adat Bali," kata Pastika disusul tawa kepada wartawan di kantornya, Denpasar, Bali, Kamis (2/3/2017).
Selain disambut Gubernur, Raja Salman akan disambut Pangdam Udayana Mayjen Kustanto Widyatmoko, Kapolda Bali Irjen Petrus R Golose, dan Menteri Pariwisata Arief Yahya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk menunjukkan kebudayaan Bali, disiapkan pula penyambutan dengan pertunjukan tari pendet di Bandara Ngurah Rai. Tari pendet melibatkan 50 siswa SD.
Tari pendet akan dipertunjukkan selama beberapa menit tanpa menghentikan langkah Raja Salman beserta rombongan menuju mobil dari pesawat. Tarian itu dipilih karena ada gerakan menabur bunga.
"Tari pendetnya 50 anak-anak. Pendet itu kan ada bunga yang ditaburkan. Kalau tarian yang lain kan pakai jongkok segala," ujar Pastika.
Pastika mengaku tak mengetahui objek wisata mana saja di Bali yang akan dikunjungi Raja Salman. Namun ia berpesan kepada masyarakat Bali untuk mendukung kenyamanan dan keamanan liburan Raja Salman selama 5 hari.
"Tidak ada pesan khusus, jadilah tuan rumah yang baik karena ini penting," kata Pastika.
"Beliau kepala negara yang punya hubungan baik dengan Indonesia. Ya jadi bersikaplah sebagai tuan rumah yang baik," tambah mantan Kapolda Bali ini.
Pastika menyatakan masyarakat Bali yang bekerja di objek-objek wisata sudah siap menerima kunjungan Raja Salman dan rombongan. Menurut Pastika, liburan seorang kepala negara di Bali bukan hal baru.
"Kita siap semua kok. Tidak ada permintaan dari kerajaan, kita hanya menunggu mereka mau ke mana dan kita siap di mana saja," ujar Pastika.
Pastika menegaskan tidak ada agenda kunjungan government to government selama Raja Salman berada di Bali. Namun Pastika berharap Raja Salman mau bertemu dengannya.
"Selain liburan, tidak ada (agenda kepemerintahan). Tapi mana tahu beliau mau ketemu Gubernur sendiri. Iya saya berharap bisa bertemu dengan Raja," imbuh Pastika disusul tawanya.
Terkait dengan investasi di Bali, Pastika menyampaikan Raja Salman hanya pelesiran di Bali dan bukan untuk berinvestasi. Namun kehadiran seorang raja dari salah satu negara yang berpengaruh di dunia sudah cukup untuk memasarkan Bali ke pelosok bumi.
"Investasinya itu datang ke sini dan suruh yang lain datang, bawa duit banyak-banyak, lalu belanja di Bali," pungkas Pastika sekenanya. (fdn/fdn)










































