Pengamat: Gus Dur Tak Bisa Lagi Mengklaim Didukung Kiai
Minggu, 17 Apr 2005 23:50 WIB
Semarang - Pengamat politik Fachri Ali menilai terpilihnya Gus Dur secara aklamasi sebagai Ketua umum Dewan Syuro PKB kian meruncingkan hubungan Gus Dur dengan kiai-kiai sepuh NU."Gus Dur sekarang sangat sulit mengklaim dirinya didukung kiai-kiai," katanya kepada wartawan usai menghadiri jumpa pers kubu Alwi Shihab di Hotel Ciputra, kawasan Bundaran Simpang Lima, Semarang, Minggu (17/4/2005) malam.Terpilihnya Gus Dur yang tidak lagi didukung para kiai sepuh juga merupakan pertanda buruk bagi PKB, partai yang pemegang saham konstituennya adalah kiai-kiai, terutama Forum Kiai Langitan, serta PBNU sebagai organisasi resmi yang memiliki hubungan dengan PKB. "Kalau partai yang memiliki berbasis nahdliyin, tapi tidak harmonis dengan kiai-kiai dan PBNU, gimana itu. Yang perlu dipertanyakan sekarang adalah siapa teman KH Abdurrahman Wahid. Kesan saya hanya Muhaimin (Muhaimin Iskandar, calon Ketum DPP PKB yang direstui Gus Dur, red)," ujar Fachri.Fahri Ali juga menilai terpilihnya Gus Dur secara aklamasi merupakan perkembangan paling dramatis dalam Muktamar II PKB. "Ini merupakan perkembangan paling dramatis," katanya.Sebagaimana diberitakan Gus Dur sebagai Ketum Dewan Syuro PKB dalam sidang pleno beragendakan pembacaan pemandangan umum DPW-DPW PKB di Ruang Poncowati, Hotel Patra Jasa, Semarang, Minggu (17/4/2005) sore.Sebelumnya para kiai sepuh yang tergabung dalam Forum Kiai Langitan mengajukan KH Ma'ruf Amin sebagai calon Ketua umum Dewan Syuro PKB. Mereka juga mendukung Saifullah Yusuf sebagai calon Ketua umum DPP PKB. Sementara Gus Dur menolak merestui Saifullah sebagai kandidat jika ia tidak mundur sebagai Ketua umum GP Ansor dan menteri.
(gtp/)











































