"Ada persoalan kuota haji, saya kira itu penting diselesaikan, soal TKI, TKW, kuota haji. Saya sering melihat orang yang ditangkap, dikurung di dekat Jeddah, antara Jeddah dan Mekkah itu," kata Mahfud saat keluar dari Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (2/3/2017).
Dia berharap Arab Saudi mengeluarkan kebijakan kuota haji berdasarkan jumlah pemeluk agama Islam di suatu negara. Hal itu menurutnya dapat mengurangi masa tunggu dari calon jemaah haji asal Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait masalah TKI, dia berharap ada pengawasan yang ketat dari pemerintah agar tenaga kerja ilegal tidak bisa berangkat ke Arab Saudi. Untuk para tenaga kerja atau buruh migran Indonesia yang legal dan sudah berangkat ke Arab Saudi, dia berharap ada pengawasan terhadap perlakuan para majikan di negara tujuan tersebut.
"Kerja samanya itu harus diseleksi sama pemerintah kita sendiri jangan sampai lolos masuk ke sana secara ilegal. Kemudian pengawasan di sana, mereka yang secara legal sudah masuk, karena banyak sekali mereka yang sudah masuk ke sana tidak diawasi siapa pun. Diperlakukan seperti apa pun tidak bisa berbuat apa-apa. Kalau sudah jadi korban baru ribut, hal-hal seperti itu perlu diatur," ungkap Mahfud. (HSF/dhn)











































