DPC-DPC 'Gugat' Pembelokan Hasil Muskimwil PKB Jateng
Minggu, 17 Apr 2005 19:05 WIB
Semarang - Pembelokan hasil Musyawarah Pimpinan Wilayah PKB Jawa Tengah dalam laporan pertanggungjawaban (LPJ) di Muktamar II PKB berbuntut serius. Pembelokan itu berupa tidak dibacakannya hasil muspimwil yang mendukung Gus Dur sebagai Ketua Umum Dewan Syuro PKB periode 2005-2010.Akibatnya sebanyak 18 DPC mengkomplain bahwa DPW PKB telah melakukan kebohongan. Dan Wakil Ketua DPW PKB Jateng Hussein Syifa' mempertimbangkan untuk mengundurkan diri dari jabatannya dan menyatakan tidak bertanggungjawab atas pembelokan itu."Saat Muspimwil tanggal 3 April lalu di Hotel Gracia Semarang, saya adalah Ketua Komisi B yang membidangi rekomendasi. Atas aspirasi seluruh pimpinan DPC PKB se Jateng, DPW memutuskan untuk mendukung KH Abdurrahman Wahid sebagai Ketua Umum Dewan Syuro PKB periode 2005-2010," kata Ketua DPC PKB Sukoharjo, M Toha, kepada wartawan di Hotel Patra Jasa Semarang, Minggu (17/4/2005).Namun dalam LPJ yang dibacakan oleh Wakil Ketua DPW PKB Jateng Zuhar Mahsun, rekomendasi mendukung Gus Dur itu tidak dibacakan. "DPW telah melakukan pembajakan aspirasi seluruh DPC di Jawa Tengah yang saat itu seluruhnya hadir. Hal itu tidak bisa kami terima dan kami pasti akan meminta pertanggungjawaban DPW," tegas Toha.Sikap menolak pembelotan rekomendasi juga disampaikan oleh Wakil Ketua DPW PKB Jateng, Hussein Syifa'. Dia menyatakan tidak ikut bertanggungjawab atas terjadinya pembelokan atau yang menurut istilahnya sebuah pembajakan tersebut. Dia bahkan telah mempertimbangkan akan mudur dari kepengurusan."Itu tindak manipulasi atau pembajakan besar-besaran terhadap aspirasi yang telah disepakati bersama. Saya tidak bertanggunggjawab terhadap ulah memalukan itu. Saya juga mempertimbangkan mundur dari jabatan di struktural karena tidak ada lagi suasana kebersamaan. Ini partai milik publik, bukan milik perorangan," ujar Hussein.Atas sikap DPC-DPC dan Hussein tersebut, Ketua Dewan Syuro PKB Jateng KH Abdurrochman Khudlori mengatakan bahwa aspirasi mencalonkan kembali Gus Dur sebagai ketua dewan syuro itu telah dicabut. Dia juga mempersilakan Hussein untuk mundur."Kalau Hussein mau mundur ya tidak apa-apa. Ya silakan sajalah. Lagipula kepengurusan juga sudah mau habis kok," ujarnya enteng ketika dimintai pendapatnya. Pengasuh Ponpes API Tegalrejo, Magelang, ini memang tergabung dalam kiai sepuh Forum Langitan yang telah secara resmi mendukung KH Ma'ruf Amin sebagai calon ketua umum dewan syuro."Yang ada itu (hasil Muspimwil) hanya pandangan-pandangan saja. Itu sudah saya cabut kok. Ada perkembangan yang cepat dan sesuai dengan asprasi para kiai maka kita menginginkan ada calon lain (selain Gus Dur)," papar dia.Dikonfirmasi tentang jawaban itu, Hussein justru mempertayakan keseriusan KH Abdurrochman Khudlori mengelola partai. "Pandangan bagaimana yang dimaksud beliau. Pencalonan kembali Gus Dur itu sudah menjadi keputusan resmi DPW, kok cuma dianggap sebuah pandangan," sergahnya.
(gtp/)











































