"Awal mula saksi melaporkan kepada petugas PJR PMJ (Patroli Jalan Raya Polda Metro Jaya) yang sedang patroli. Selanjutnya saksi dan petugas mengecek asal bau dan mendapati sesosok manusia sudah membusuk," kata Kapolres Jakarta Utara Kombes Awal Chairuddin di kantornya, Jalan Yos Sudarso, Tanjung Priok, Jakut, Kamis (2/3/2017).
Lokasi penemuan mayat itu ada di saluran air pinggir Tol Kapuk Km 21+300 arah Pluit, Penjaringan, Jakut. Petugas menemukan ini sekitar pukul 15.00 WIB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Jabbar Ramdhani/detikcom |
Kemudian petugas melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan langsung membawa mayat ke RSCM untuk dilakukan autopsi luar dan dalam tubuh korban. Saat diautopsi, ternyata ditemukan sebanyak 10 kapsul berisikan narkotika jenis sabu. Kapsul tersebut ada di dalam dan luar tubuh korban.
"Sebelum autopsi dalam, ditemukan 3 buah kapsul yang ada di celana dalam korban. Setelah dilakukan autopsi dalam ditemukan lagi 7 kapsul yang ada dalam usus korban," ujar Awal.
Polisi menduga korban tewas karena mengalami kontraksi akibat kapsul sabu yang ditelannya. Lalu YTK yang dalam perjalanan, turun dari taksi.
"Tewasnya korban, mungkin mengalami kontraksi, di perjalanan, di TKP. Karena menurut dokter, orang seperti ini tidak tahan rangsangan. Dia keluar dari taksi, mencari air. Turun membawa tasnya," ucap Awal.
Foto: Jabbar Ramdhani/detikcom |
"Dari hasil autopsi yang dilakukan, tidak ada tanda kekerasan di dalam tubuhnya. Di mukanya sudah ada belatung karena sudah sekian hari tewas," sambungnya.
Dia mengatakan, hal itu juga dibuktikan dengan adanya 3 kapsul yang sudah keluar dari perut korban. Menurutnya, jika YTK menjadi korban pembunuhan, barang milik korban juga tidak mungkin ditemukan di sekitar mayat korban.
"Kalau seandainya ada jaringan yang mengincar dia, pasti barang ini diambil," tuturnya.
Barang bukti lain yang ditemukan pada mayat tersebut ialah 10 kapsul sabu dengan berat kotor 234 gram, tas koper merah dan tas ransel cokelat berisi fotokopi KTP dan foto ukuran 4x6 sebanyak 2 lembar, 2 kartu ATM, buku paspor, 1 buah buku tabungan baju dan celana.
Polisi akan menelusuri kembali kasus penemuan mayat ini untuk menggali kemungkinan adanya keterkaitan sosok YTK dengan jaringan narkoba. Polisi sudah berkoordinasi dengan Badan Narkotika Nasional. (jbr/idh)












































Foto: Jabbar Ramdhani/detikcom
Foto: Jabbar Ramdhani/detikcom