"Tadi saya menghadap, Pak Gubernur berencana menyambut Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud dengan tarian pendet anak-anak SD di Bandara Ngurah Rai," kata Prof Made di kantor Gubernur Bali, Denpasar, Bali, Kamis (2/3/2017).
Tarian pendet itu direncanakan dilakukan oleh 100 anak-anak usia SD. Namun perlu koordinasi dan persetujuan keluarga kerajaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Prof Made, tari pendet memang sudah biasa digelar untuk menyambut tamu agung di Bali. Dilakukan anak-anak pun karena permintaan Gubernur Pastika.
"Kalau pendet itu kan tidak lebih dari 5 menit, pendet massal 100 orang untuk tamu agung kan sudah biasa," ujar Prof Made.
Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesra Pemprov Bali Dewa Eka menyatakan pihak kerajaan akan memberikan konfirmasi hari ini terkait dengan tarian pendet tersebut. Ia berharap Raja Salman bersedia disambut dengan tari pendet.
"Mereka bilang tunggu pendapat raja, katanya konfirmasi hari ini dengan tim Kementerian Luar Negeri," ujar Dewa di lokasi yang sama.
Karya Seni I Gusti Nyoman Lempad Diajukan untuk Hiburan Keluarga Raja Salman
Lembaga Pembinaan Seni dan Budaya (Listibia) ingin mengajukan pameran karya seni anak Bali, I Gusti Nyoman Lempad, kepada keluarga kerajaan Arab Saudi. Namun pameran ini bergantung pada titah Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud.
"Menyiapkan pameran seni karya Pak I Gusti Nyoman Lempad," kata Ketua Listibia Prof Made Bandem di kantor Gubernur Bali, Denpasar, Bali, Kamis (2/3).
I Gusti Nyoman Lempad dikenal dunia sebagai penggiat seni pahat dan arsitektur yang membuat banyak pura serta istana di Bali. Pada pengujung umurnya, Lempad banyak melukis linear dengan ratusan karya.
"Rencana pamerannya di Jakarta," ucap Prof Made.
Tak hanya itu, Prof Made juga sempat menyatakan keinginan Gubernur Bali Made Mangku Pastika untuk menyambut Raja Salman dengan tari pendet 100 anak-anak usia SD di Bandara Ngurah Rai. Karya seni dan budaya tersebut diajukan kepada Raja Salman untuk menunjukkan Bali sebagai pulau spesial.
"Untuk memberikan kesan Bali sebagai pulau kesenian dan kebudayaan. Ini akan dikoordinasikan dengan Kementerian Luar Negeri dan kerajaan," ujar Prof Made. (vid/rvk)











































