Tolak Mundur dari Menteri
Ipul Mengaku di Belakang Gus Dur
Minggu, 17 Apr 2005 17:48 WIB
Semarang - Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengaku tidak mengetahui keputusan para kiai sepuh yang mengajukan KH Ma'ruf Amin sebagai ketua Dewan Syuro DPP PKB. Ipul tidak bersedia satu paket dengan Ma'ruf. Ipul mengaku tetap mendukung Gus Dur. Hal ini disampaikan tim sukses Ipul, Chatibul Umam Wiranu kepada wartawan di Hotel Horison, Minggu (17/4/2005). "Memang benar bahwa para kiai sepuh mendukung sepenuhnya pencalonan Mas Ipul sebagai ketua umum, namun kami tidak mengetahui tentang pencalonan KH Ma'ruf Amin sebagai ketua umum dewan syuro juga oleh para kiai sepuh tersebut. Kami tegaskan pula pencalonan Mas Ipul tidak satu paket dengan KH Ma'ruf Amin," ujar Umam. Dikatakan dia, Ipul akan tetap mendukung Gus Dur untuk tetap menduduki posisi ketua umum dewan syuro lima tahun ke depan. Menurut dia, Gus Dur masih dibutuhkan sebagai simbol partai bersamaan dengan berbagai pembenahan organisasi agar PKB bisa dikelola secara moderen.Namun demikian, kata Umam, Ipul menyerahkan sepenuhnya kepada muktamirin siapa yang akan dipilih sebagai ketua dewan tanfidz (eksekutif). "Mas Ipul sudah sumeleh, pasrah saja kepada aspirasi muktamirin. Artinya dia akan sangat rela didudukkan sebagai ketua umum, sekjen, pengurus harian lainnya maupun sebagai anggota biasa," ujarnya.Tolak Mundur dari Menteri Umam juga menegaskan bahwa Ipul akan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Ketua GP Ansor setelah terpilih sebagai ketua umum karena aturan di NU memang tidak mengizinkan rangkap jabatan. Namun Ipul tidak akan mundur dari jabatan menteri, kecuali hal itu diputuskan dalam muktamar."Jangan bikin aturan ad hocyang dikhususkan hanya bagi pegurus DPP. Karena seharusnya kalau dilarang seharusnya juga menyeluruh hingga daerah. Itu artinya ketua PKB di daerah juga dilarang menjadi bupati, gubernur dan sebagainya. Mas Ipul bersedia mundur dari menteri jika diputuskan oleh para muktamirin," ujar Umam.
(asy/)











































