Panitia KUII Sesalkan Depag
Minggu, 17 Apr 2005 17:23 WIB
Jakarta - Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) ke-4 dari 17-21 April 2005 yang sedianya membutuhkan dana cukup besar ternyata tidak mendapatkan dana sepeser pun dari Departemen Agama RI.Naif. Itulah komentar Ketua Panitia Pelaksana KUII IV Din Syamsudin dalam konferensi persnya di Ruang Sekjen MUI, Masjid Istiqlal, Jl Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Minggu (17/4/2005) sore.Tidak berpartisipasinya Menteri Agama Muhammad Maftuh Basyuni menimbulkan kesan yang sangat negatif dimata Sekum MUI. Dikala menteri-menteri lain ikut berpartisipasi dalam hajatan besar ini, justru Maftuh tidak memberikan dukungannya."Bantuan Departemen Agama (Depag) dalam bentuk materil memang tidak ada, tapi ini bukan masalah uang. Tetapi kalau sampai Depag tidak memberikan perhatian pada urusan umat, hanya satu kata yang bisa saya sebut, kenaifan," sesal Dien. Menteri serta pejabat lain yang turut memberikan bantuan pada acara ini diantaranya Menko Ekuin Aburizal Bakrie, Menteri Perhubungan Hatta Radjasa, Menteri Pertanian Anton Apriantono, Menakertrans Fahmi Idris serta Gubernur DKI Sutiyoso."Itu merupakan donatur yang membantu berjalannya biaya KUII," lanjut Din didampingi Ketua Steering Committee KUII ke-4 Prof DR Umar Shihab.Makan malam untuk para peserta KUII pada Sabtu (16/4/2005) di Hotel Sahid, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, menghabiskan biaya sebesar Rp 460 juta. "Sungguh suatu ironi," lanjut Dien tampak menyesali sikap acuh Menag terhadap acara umat ini.Dihadiri Umat Islam InternasionalMalam ini akan berlangsung agenda selanjutnya dari KUII ke-4. Acara ini akan dilaksanakan di Hotel Sahid. Selain peserta dari dalam negeri, KUII juga mengundang peserta dari luar negeri. Turut diundang yakni Persatuan Ulama Malaysia, Brunei, Singapura, Timor Leste dan Fiji. Tokoh Islam Internasional lain yang diundang adalah Sekjen Liga Islam Sedunia, Syekh Ahmed Mukhsin At Turki, Sekjen Dewan Dakwah Internasional DR Muhammad Syarif serta Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Abdullah Badawi.Materi yang akan dibahas dalam KUII terbagi dalam 4 pokok pembahasan. Pertama, strategi kebudayaan Islam, strategi dakwah, etika ukhuwah dan sinopsis masalah kebangsaan yang aktual dari sisi Islam.
(ism/)











































