Gus Dur Jawab Cak Anam, Sidang Muktamar PKB Ricuh

Gus Dur Jawab Cak Anam, Sidang Muktamar PKB Ricuh

- detikNews
Minggu, 17 Apr 2005 16:59 WIB
Semarang - Sidang sesi II pembacaan pemandangan umum DPW PKB ricuh. Kericuhan berawal dari pemandangan umum DPW PKB Jawa Timur yang dibacakan Khoirul Anam (Cak Anam). Gus Dur pun merespon pemandangan Cak Anam itu. Setelah itu, ricuh. Sidang yang dipimpin Lalu Misbach (dari DPP PKB) ini digelar di Ruang Poncowati, Hotel Patra Jasa, Semarang, Minggu (17/4/2005). Dalam pemandangan umumnya, Cak Anam mengkritisi kebijakan DPP PKB periode 2000-2005. Cak Anam memang cukup menohok Gus Dur, sebagai Ketua Dewan Syuro DPP PKB. Cak Anam mempermasalahkan pembekuan oleh DPP PKB terhadap DPC PKB Banyuwangi, DPC PKB Lumajang, dan DPC PKB Bojonegoro. Cak Anam juga mempertanyakan keabsahan secara konstitusional terhadap pemecatan Alwi Shihab dan Saifullah Yusuf sebagai ketua umum dan sekretaris umum DPP. Tidak hanya itu. Di bagian akhir, Cak Anam juga meminta agar seluruh keputusan DPP PKB didasari oleh rule of game yang ada, tidak didasari oleh keputusan perorangan. Setelah selesai membacakan pemandangan umumnya, Cak Anam pun turun dari podium. Setelah Cak Anam turun podium, Gus Dur langsung memberikan respon. Bersikap seperti biasanya, dengan nada tinggi, Gus Dur menjawab keluhan Cak Anam. Gus Dur pun menjelaskan asal muasal tentang pembekuan tiga DPC itu. Nah, saat Gus Dur menjelaskan tentang pembekuan DPC PKB Bojonegoro, salah satu peserta dari DPC Bojonegoro KH Sirajul Huda berupaya maju ke meja pimpinan sidang. Dengan langkah berani, Ketua Dewan Syuro DPC PKB Bojonegoro itu ingin mengklarifikasi jawaban Gus Dur. Namun, langkah Sirajul dihentikan oleh petugas keamanan sidang berbaju batik. Akhirnya, Sirajul tidak bisa maju ke depan meja pimpinan sidang. Saat itu jarum jam menunjukkan pukul 15.40 WIB. Saat petugas keamanan menghadang Sirajul, para peserta muktamar lainnya pun membuat kegaduhan. Suara-suara bersahutan di ruang sidang. "Maju terus Gus Siraj," teriak peserta muktamar. Suara-suara lain juga bersahutan. Bahkan ada yang meminta Gus Sirajul dan wartawan supaya dikeluarkan dari ruang sidang. Kegaduhan itu membuat sidang tidak bisa dilanjutkan sementara. Di saat sidang tidak terkendali, peserta muktamar PKB pun kemudian menggemakan salawat. Sebagian juga membacakan surat Al Fatihah. Akhirnya, suasana sidang pun bisa ditertibkan dan ditenangkan. Setelah ada negosiasi, sidang pun bisa dilanjutkan kembali, tanpa harus mengeluarkan Sirajul dan wartawan dari ruang sidang. (asy/)


Berita Terkait