Area di depan Gedung Nusantara sudah steril dari pengunjung. Hanya tamu undangan dan petugas penjaga keamanan yang memiliki akses di situ.
Dari balik kaca di gedung Nusantara III, seluruh karyawan parlemen berjejal untuk melihat rombongan Raja Arab tersebut. Tak ketinggalan kamera handphone jadi 'senjata' mereka untuk mengabadikan momen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karyawan di DPR/MPR mengabadikan kedatangan Raja Salman dengan ponsel. (Luki/detikcom) |
Anita mengaku bangga Indonesia kehadiran tamu Raja Arab Saudi. "Sebuah kebanggaan kita kedatangan Raja Arab orang terkaya sedunia itu. Penghargaan luar biasa buat kita," kata dia.
Ada juga yang melakukan live report di akun Instagram mereka yang menunjukkan kehebohan menyambut Raja Salman di parlemen. Salah satu tenaga ahli bernama Ais menyebut kunjungan Raja Salman termasuk langka karena terakhir kali terjadi 47 tahun silam.
"Momen langka, terakhir 40 tahun yang lalu. Euforia saja," ujar Ais, yang diiyakan oleh kedua temannya, Erlin dan Sagita.
Mereka menyimak dengan semangat momen-momen penyambutan Raja Salman melalui layar proyektor. Saat Raja Salman melambaikan tangan, seluruh karyawan ini pun membalas sambil berteriak histeris.
Sementara itu, salah satu sekretaris pribadi bernama Ratna mengaku penasaran terhadap pidato Raja Salman. Ratna menunggu memorandum of understanding (MoU) yang bisa diteken dalam kunjungan ini.
"Mau tahu aja, penasaran sama pidatonya tahun 1970, MoU apa yang mau ditandatangani di sini nggak cuma kunjungan negara, tapi aplikasinya apa. Mengingat Arab Saudi bukan potensial yang sering menjalin kerja sama dengan Indonesia," jelas Ratna.
Karyawan di DPR/MPR mengabadikan kedatangan Raja Salman dengan ponsel. (Luki/detikcom) |












































Karyawan di DPR/MPR mengabadikan kedatangan Raja Salman dengan ponsel. (Luki/detikcom)
Karyawan di DPR/MPR mengabadikan kedatangan Raja Salman dengan ponsel. (Luki/detikcom)