Soal Baiat, Kiai Sepuh Gantian Kecam Gus Dur
Minggu, 17 Apr 2005 16:37 WIB
Semarang - Gus Dur dan kiai sepuh dari Porng Langitan sedang perang urat syaraf. Setelah Gus Dur memprotes pembaiatan Ma'ruf Amin sebagai calon ketua Dewan Syuro DPP PKB, gantian para kiai sepuh itu yang protes Gus Dur. Seru!Para kiai sepuh yang membaiat Ma'ruf Amin menyesalkan pernyataan Gus Dur yang menilai mereka hanya memikirkan kepentingan pribadi. Sedangkan Ma'ruf Amin mengatakan, baiat itu diambil agar setelah menjadi ketua umum dewan syuro PKB nanti tidak melakukan pelanggaran."Kami prihatin, menyesalkan dan kecewa terhadap pernyataan Gus Dur yang menilai kami hanya memikirkan kepentingan sendiri dengan baiat di (Ponpes) Futuhiyyah kemarin. Kami melakukan itu untuk meluruskan hal yang buruk, dilandasi keikhlasan dan ketulusan hati," kata KH Luthfi Abdul Hadi membacakan pernyataan sikap para kiai sepuh di Hotel Ciputra Semarang, Minggu (17/4/2005).Seperti diketahui, para kiai sepuh Sabtu kemarin melakukan baiat kepada KH Ma'ruf Amin untuk bersedia menjadi ketua umum dewan syuro PKB. Gus Dur menilai bahwa itu sebagai tindakan sepihak yang hanya mementingkan diri sendiri. Gus Dur bahkan mengaku tidak takut kuwalat kepada para kiai sepuh itu karena merasa pada posisi yang benar.Mundur Setelah DipilihAtas terjadinya pro-kontra itu, Ma'ruf Amin mengatakan dirinya bersedia dibaiat sebagai bentuk kepatuhan kepada ulama. Menurut dia, baiat perlu dilakukan agar setelah menjabat tidak akan melakukan kesalahan karena sebelumnya telah melakukan sumpah baiat. "Sebagai warga NU kalau diperintah para kiai maka tidak ada kata lain selain patuh. Saya juga masih yakin bahwa sebagai warga NU para muktamirin juga akan mematuhi apa yang diperintahkan oleh para kiainya ini. Sedangkan baiat itu dilakukan agar nanti setelah memegang jabatan saya tidak melanggar. Selama ini banyak terjadi pelanggaran karena tidak pernah dibaiat," ujar Ma'ruf Amin.Ma'ruf Amien juga meluruskan bahwa sejauh ini dirinya belum melakukan rangkap jabatan. "Nanti kalau sudah terpilih, saya baru akan menanggalkan salah satu jabatan yang saya pegang sesuai aturan yang ada. Kalau sampai saat ini saya belum memegang dua jabatan sekaligus, jadi tidak perlu dipermasalahkan," lanjutnya.Seperti diketahui, saat ini Ma'ruf Amin menjabat sebagai Rois Syuriah PBNU. Sedangkan anggaran dasar NU melarang pegurus PBNU merangkap jabatan di pegurus parpol. Ma'ruf yang juga menjadi salah satu pendiri PKB itu saat ini juga duduk sebagai salah satu anggota dewan mustasyar (penasihat) di PKB dan Ketua Komisi Fatwa di MUI Pusat.
(asy/)











































