Kapolda Metro: Anggota Terlibat Narkoba akan Dipecat

Kapolda Metro: Anggota Terlibat Narkoba akan Dipecat

Mei Amelia R - detikNews
Kamis, 02 Mar 2017 12:57 WIB
Kapolda Metro: Anggota Terlibat Narkoba akan Dipecat
Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan (Foto: Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta - Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan menegaskan kepada jajarannya untuk tidak main-main dengan narkoba. Anggota yang terbukti menyalahgunakan narkoba akan diberikan sanksi berat hingga pemecatan.

"Saya minta tidak ada anggota yang terlibat narkoba, saya minta jangan mempermalukan saya. Kemarin ada satu kita pecat," ujar Iriawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (2/3/2017).

Dia berkomitmen untuk menindak tegas jika ada anggotanya yang terlibat, baik sebagai pengguna maupun terlibat praktis dalam jaringan narkoba. "Karena komitmen saya ada yang terlibat dengan jaringan langsung dipecat, dipidana dan di-PTDH (pemberhentian tidak dengan hormat), ini komitmen kami," tegas Iriawan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Peringatannya itu bukan isapan jempol semata. Salah satu Kepala Unit (Kanit) di Polsek--yang tidak dia sebutkan Polsek mana--dipecat karena terlibat dalam kasus narkoba.

"Ada kemarin salah satu Kanit di Polsek saya pecat karena terlibat," tegasnya lagi.

Ia juga meminta agar jajaran Direktorat Narkoba terus menjaga kekompakan dalam pemberantasan narkoba. Sinergitas dengan lembaga dan instansi terkait agar dijalin terus guna memaksimalkan pemberantasan narkoba tersebut.

"Jalin terus kerja sama dengan instansi terkait (seperti dengan) Kejari, bea cukai dan lain-lain untuk memberantas narkoba," sambungnya.

Narkoba merupakan salah satu ancaman terbesar bagi kelangsungan generasi penerus bangsa. Untuk itu, ia memerintahkan kepada jajarannya untuk terus memberantas narkoba hingga ke hulu-hulunya. Penjagaan dan pengawasan di perairan yang berpotensi menjadi pintu masuk penyelundupan narkoba agar diperketat.

Ia juga meminta kepada jajarannya untuk mewaspadai masuknya narkoba jenis baru, termasuk modus operandi baru. "Saya sudah pelajari gorilla ini dicampur tembakau itu ada (tersangka) ahlinya S1 bagian kimia sehingga jadi narkoba, dalam lima bulan dia sudah bisa beli rumah dan jalan-jalan ke luar negeri," ungkapnya.

Narkoba sudah menjadi bisnis bagi para bandar. Ia menyadari, pemberantasan narkoba menjadi tantangan besar karena narkoba tidak akan pernah terputus mata rantainya.

"Jadi itu keuntungan yang besar yang didapat jaringan narkoba, sehingga saya yakin never ending bisnis narkoba itu, sehingga kita harus maksimal dalam pemberantasan dengan menjalin kerja sama dengan instansi terkait dan kepolisian negara tetangga. Termasuk mungkin nanti ke negara China," tutup Iriawan. (mei/dhn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads