"Tetap laksanakan (penindakan) sesuai SOP. Apabila bandar melawan, langkah kita tegas untuk mengistirahatkan bandar yang melawan," ujar Irjen Iriawan di sela-sela pemusnahan barang bukti narkoba di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (2/3/2017).
Peredaran narkoba di Filipina, menurut Iriawan, menurun drastis karena pemerintahnya melakukan tindakan tegas terhadap para pelaku narkoba. Presiden Filipina Rodrigo Duterte memang tegas dalam urusan pemberantasan narkoba di negaranya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Iriawan juga meminta jajarannya terus memerangi narkoba sesuai dengan harapan masyarakat. Dia menekankan langkah-langkah antisipasi hingga represif harus terus digencarkan untuk memberantas peredaran narkoba ini.
"Kemarin, 5 Januari itu, komitmen kita kepada pimpinan negara di mana kita masih ingat Presiden Jokowi memusnahkan barbuk di Monas, beliau hanya 3 menit pidato dan mengatakan, 'Masak (lebih) banyak korbannya daripada bandarnya'. Intinya, itu saja (perkataan Jokowi), kita sudah dapat memahami maksudnya," terang Iriawan.
"Oleh karena itu, jangan berhenti. Ada juga sabu (luar biasa ini hampir 220 kg) masuk terus ke kita. Kemarin BNN dapat di pantai Mutiara, jadi rumah itu gampang sekali masuk, kita sinyalir datangnya lewat laut," sambungnya.
Disadari kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan membuat celah jalur 'tikus' bagi penyelundup narkoba untuk memasukkan barang haram. Karena itu, Iriawan meminta jajarannya meningkatkan sinergi dengan Bea-Cukai sehingga dapat mengantisipasi peredaran narkoba via laut.
"Oleh karena itu, sinergitas dengan Bea-Cukai, laut gampang sekali berapa kapal yang lewat Jakarta itu. Kalau lewat udara kemungkinannya kecil," ujarnya. (mei/fdn)











































