Aksi Pertama Mbah Sadiyo Pemulung: Tambal Jalan Berlubang 5 Km

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Kamis, 02 Mar 2017 11:47 WIB
Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom
Sragen - Sadiyo Cipto Wiyono (65) namanya. Lima tahun terakhir, pria asal Sragen, Jawa Tengah, yang berprofesi sebagai pemulung ini menyisihkan uang untuk menambal jalan. Ia tak ingat lagi berapa lubang yang ia tambal.

"Saya ingat yang pertama itu di jalan Gondang-Banaran (Sragen). Sepanjang 5 kilometer saya tambal. April saya mulai, Juni baru selesai," kata Mbah Sadiyo, panggilan akrab Sadiyo Cipto Wiyono.

Mbah Sadiyo ditemui detikcom di jalan Desa Gondang-Tunjungan, Rabu (1/3/2017). Di bawah terik matahari, ia menambal jalan berlubang. Becak berisi barang rongsokan miliknya diparkir untuk menutup separuh badan jalan agar aktivitasnya tak terganggu.

Mbah Sadiyo tinggal di Dukuh Grasak RT 42 RW 11 Desa/Kecamatan Gondang, Sragen. Ia menyisihkan penghasilannya yang tidak seberapa untuk membeli semen. Semen tersebut dia gunakan untuk menambal jalan yang berlubang.

"Kalau semen, saya beli sendiri. Nanti pasirnya minta sisa-sisa di rumah orang yang sedang membangun. Kadang dikasih, kadang tidak," katanya.

Hari itu, dia mengenakan celana pendek dan baju lengan pendek. Panas matahari tak ia hiraukan. Mungkin karena sudah terbiasa.

Niatnya memperbaiki jalan rusak berawal dari pengalamannya jatuh terperosok akibat jalan berlubang. "Saya berebut jalan dengan kendaraan. Saya mengalah, tapi ternyata ada lubang. Ban becak saya sampai membentuk angka 8. Untung barang rongsokan saya sudah diikat kencang, jadi tidak jatuh," ungkapnya.

Pengalaman itu ditambah cerita tetangga yang patah tulang karena jatuh di jalan berlubang. Sejak saat itu, Mbah Sadiyo mulai menambal jalan berlubang. Selain tak dibayar, ia kadang tak dipedulikan. Mbah Sadiyo tak ambil pusing.

"Saya niatkan untuk ibadah," katanya santai. (try/try)