"Untuk pelannggaran di lokasi TO (Target Operasi), kita berikan teguran," ujar Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto kepada detikcom, Kamis (2/2/2017).
Budiyanto menyatakan, operasi ini lebih mengedepankan tindakan persuasif edukatif. Dalam operasi ini, polisi ingin meningkatkan kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang perlu kita pahami bahwa Gakkum ada yang bersifat yustifial dan non yusticial (tilang dan teguran), karena operasi sekarang adalah operasi ini penekanannya pada teguran baik lisan maupun tertulis," jelasnya.
Operasi ini dielar mulai Rabu (1/3) lalu sampai tanggal 21 Maret 2017 nanti. Dalam operasi ini, polisi mengedepankan cara bertindak dengan patroli, bukan dengan razia stasioner.
Operasi ini dilakukan untuk membangun citra positif Polri melalui kegiatan-kegiatan kemitraan, sosialisasi, edukasi, giat kemanusiaan, kampanye keselamatan. "Dengan tujuan supaya dalam menciptakan kamseltibcar lantas mendapat suatu dukungan dan legitimasi dari semua pemangku kepentingan," tandasnya. (mei/jor)










































