Polisi pun melakukan tindakan tegas dengan melepaskan tembakan gas air mata ke para penghuni lapas yang mengamuk. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Jambi Bambang Palasara menyatakan kerusuhan dipicu rencana razia yang akan dilaksanakan
pihaknya dan kepolisian.
"Kami belum melakukan razia. Baru rencana. Rupanya, mereka (para narapidana) menolak razia tersebut," ujar Bambang Palasara kepada
wartawan di Lapas Kelas II Jambi, Kamis (3/3/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bambang Palasara.
Para napi, kata Bambang Palasara, juga menyampaikan keluhan soal kondisi lapas, di antaranya mengenai kekurangan air, harga makanan di kantin yang terlalu mahal, dan kondisi lapas yang penuh sesak karena over capacity.
(jor/gbr)











































