"Kita lihat basis pemilihan AHY, itu kan 43,4% itu kan rakyat miskin. Ini kan merupakan basis juga dari PDI Perjuangan, PKB, Nasdem, dan kemudian juga PPP. Sehingga perpindahan atau migrasi pemilihan AHY pak Basuki ini sangat besar," ujar Hasto di Kantor DPP PPP, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Rabu (1/3/2017).
Hasto menjelaskan bahwa Jakarta butuh kepemimpinan yang tegas dan kreatif. Oleh karena itu, PDIP bersama PKB, Nasdem, dan PPP bersatu untuk memperkuat relawan pendukung pasangan Ahok-Djarot. Pasangan ini juga dinilai sudah punya modal.
"Pak Basuki dan Pak Djarot telah memberikan program yang nyata. Yang lain belum berpengalaman. Yang lain ada ambisi dan retorika, kalau ini punya pengalaman yang konkret," ungkapnya.
Hasto juga memandang bahwa isu-isu yang digunakan untuk menyerang pasangan petahana itu terpatahkan oleh gerakan rakyat yang memiliki kesadaran. Hal-hal yang dianggap sebagai kelemahan Ahok-Djarot juga dinilai sudah bisa diatasi.
"Kelemahan-kelemahan Pak Basuki pun sudah ditutupi dengan kesadaran dari Pak Basuki, bahwa sebagai pemimpin itu tugasnya melayani untuk membangun kesejukan dan menyatukan seluruh masyarakat DKI dalam satu kepemimpinan yang merakyat," ucap Hasto.
(irm/imk)











































