"Ngapain (cuti lagi). Untuk penajaman visi misi ngapain kita harus cuti. Sekarang siapa sih yang nggak ngerti tentang pasangan nomor dua dan tiga. Tiga setengah bulan loh kampanye terus, siapa yang nggak tahu? Tahu kan semuanya," ujar Djarot di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (1/3/2017).
"Tinggal bagaimana ditajamkan visi misi dalam bentuk debat," lanjutnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Djarot mengatakan bahwa fokusnya saat ini adalah bekerja melayani rakyat Jakarta. Dia tidak mau cuti kampanye selama satu bulan mengganggu proses pelayanan masyarakat.
Apalagi saat ini masih banyak proyek-proyek yang harus segera di eksekusi.
"Kalau saya ya fokus saja kerja. Tiga setengah bulan cukup (kampanye). Apa hidup kita ini hanya untuk kampanye terus? Kalau tambah satu bulan kan berarti empat setengah bulan," ujar mantan Wali Kota Blitar itu.
"Yang kita perhatikan adalah masyarakat. Jangan sampai Pilkada mengganggu proses pelayanan, aksi lapangan untuk mengeksekusi proyek-proyek strategis," paparnya.
Menurutnya, kewenangan yang dimiliki seorang Plt gubernur terbatas. Perbedaan inilah yang membut kinerja Plt gubernur dan petahana pun berbeda kualitasnya.
"Plt hanya sementara, tidak mempunyai kekuatan yang cukup untuk bisa menekan karena kewenangan terbatas. Tapi kalau definitif kewenangannya jelas sehingga untuk bisa menggenjot, meningkatkan kinerja itu memang idealnya definitif," pungkasnya. (nth/imk)










































